Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Selasa, 23 Februari 2016

Arti 27 Desember Bagiku


Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Alloohumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad wa 'Alaa Aali Sayyidinaa Muhammad

Alhamdulillaah, sekarang sudah Tahun 2016. Tahun 2014 dan 2015 berlalu. Banyak hal terjadi, banyak hal berlalu, kadang terasa sangat cepat dan kadang terasa begitu lama untuk dilalui. Harapan di tahun ini akan menjadi insan yang lebih baik. Banyak kejadian yang telah dilalui, semoga mampu untuk membuat diri ini menjadi lebih peka dan lebih baik. Menjadikan diri lebih berfikir dewasa dalam menghadapi segala hal kedepannya.

Sekarang memang sudah ada di tahun 2016, tapi tahun 2014 tak akan pernah terlupakan, terutama di penghujung tahun 2014. Tahun 2014 punya banyak cerita. Yang spesialnya aku dipertemukan dengan sang pujaan hati, di penghujung tahun 2014 aku melamar dan mengkhitbah sang Pujaan hati.
Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 27 Desember 2014, ba'da Maghrib keluarga besarku berangkat menuju rumahnya untuk mengkhitbah atau melamar sang pujaan hati (di daerah kami -Rajagaluh, Majalengka- istilahnya adalah nyangcang atau ngiket), namanya adalah Siti Nurhasanah Fitriyani.

Kedatangan kami ke rumahnya disambut oleh keluarganya dangan rasa suka cita. Dan segera setelah kami datang, acara nyangcang pun dilaksanakan. Acara dipimpin oleh Pembawa Acara atau Moderator. Dengan runtutan acara yang sudah disiapkan, acara nyangcang pun berjalan dengan baik dan lancar.

Ada satu hal yang sangat menarik dalam acara ini adalah saat Si Neng (Panggilan ana ke sang Pujaan Hati) ditanya oleh perwakilan dari keluarga kami tentang kesiapan dia untuk dikhitbah oleh ana. dan dengan senyum-senyum malu, tertunduk malu, dan tentu saja dengan lirikan ke arahku Neng Siti menjawab dengan lirih sambil menganggukkan kepalanya, dia berkata "Iya, saya bersedia."...


Subhaanallooh... Sungguh senangnya hari itu.. Dan setelah jawaban bersedia diucapkan dari bibirnya. Langsung saja acara selanjutnya adalah menyematkan cincin di jari manis Neng Siti. Cincin sebagai tanda bahwa aku sudah mengikatnya, sudah mengkhitbahnya. Kalau kata mamang saya mah, "Tandanning deudeuh ka si Neng" (bhs. Sunda). Dan yang menyematkan cincin tersebut adalah Ibuku sendiri, menyematkan cincin di jari manis calon menantunya. Berikut adalah photo saat Ibuku menyematkan cincinnya,


Setelah cincin disematkan di jari manis si neng, saat itulah dia -pujaan hati- sah menjadi calon istriku, calon menantu Ibuku. Dan untuk menentukan tanggal pernikahan tidak dilakukan saat itu, melainkan akan dilakukan dikemudian hari, sesuai dari kesepakatan kedua keluarga besar yang sudah bersatu dalam acara nyangcang. Alhamdulillaah...

Do'aku saat itu adalah "Semoga benar-benar berjodoh dan akan bersatu dalam ikatan pernikahan."

Harapan keluarga besar kami adalah, agar kami bisa menjaga hubungan kami berdua, meski sudah dikhitbah atau sudah tunangan, hubungan kami berdua belum benar-benar halal, jadi jangan sampai terjerumus kedalam maksiat terutama berzina -na'udzubillaahi min dzaalik-. Bila diluaran sana ada yang lebih cantik atau lebih tampan, agar kami bisa menjaga hati kami untuk tetap pada janji kami saat acara khitbah, yaitu "Janji untuk Setia". Agar tidak saling mengkhianati perasaan masing-masing. Sehingga kami bisa melangkah ke jenjang pernikahan dengan perasaan tenang dan bahagia.

27 Desember... 
ya..!! tanggal tersebut sangatlah berarti bagiku.
Janjiku "Setiaku hanya untukmu, wahai kekasihku,
Neng Siti Nurhasanah Fitriyani."

Tetaplah menjadi belahan jiwaku, dan tetaplah setia hingga akhir hayat kita berdua bersama dengan anak cucu kita. Semoga Alloh Ta'ala meridhoi kami berdua. Semoga Alloh Ta'ala menjaga hubungan kami berdua. Aamiin..

Inilah kenangan ku saat mengkhitbahmu, duhai kekasihku, My SNF.


Semoga Bermanfaat. Semoga hidup kita menjadi lebih Barokah.

Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


<'@II<     maH-Taj     ^_^ !              (14 Jumadil Awal 1437 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates