Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Selasa, 02 September 2014

Kitab Puasa - Rukun Puasa

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim



***

وفرائض الصوم أربعة أشياء النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيء.

Fardhu (rukun) puasa ada empat, yaitu:
1.      Niat.
2.      Menahan diri dari makan dan minum.
3.      Menahan diri dari jima’ (berhubungan badan).
4.      Menahan diri dari muntah dengan sengaja.

***

Penjelasan :


1.      Niat dilakukan sebelum fajar setiap hari. Dasarnya adalah sabda Rosululloh ­-Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- :
مَنْ لَمْ يُــبَـيِّتِ الصِّــيَامَ قَـبْلَ الْــفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ.
Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak sah puasanya. (HR. Baihaqi 4/202 dan Daruquthni 2/172). Daruquthni mengatakan, “Para perawinya tsiqoh.”

2.      Menahan diri dari jima’ (berhubungan badan) merupakan salah satu rukun puasa. Dasarnya adalah firman Allah -Subhaanahu Wata’ala- :

وَكُلـُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّـٰى يَــتَــبَيَّنَ لَــكُمُ الْخَيْـــُط الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَــيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْـفَجْرِ ۖ  ثـُـمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلىَ الـَّــيْلِ ۚ وَلَا تُـبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفـُـوْنَ فِى الْمَــسٰجِــدِۗ
Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi  janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu), sedangkan kamu beri’tikaf di dalam masjid. (Al-Baqoroh [2]: 187)

Benang putih, maksudnya cahaya siang.

Benang hitam, maksudnya kegelapan malam.

Fajar, maksudnya sinar yang terbit membentang di ufuk. Jika terbit, maka malam berakhir dan mulai masuk waktu siang.

Campuri mereka, maksudnya bersetubuh dengan mereka.

3.      Menahan diri dari muntah dengan sengaja juga merupakan salah satu rukun puasa. Abu Dawud (2380), Tirmidzi (720) dan selain keduanya meriwayatkan dari Abu Huroiroh -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata bahwa Rosulullooh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- bersabda,

مَنْ ذَرَعَهُ الـْــقَيْءُ وَهُوَ صَائِمٌ فَـلَيْسَ عَـلـَـيْهِ قَضَاءٌ وَمَنْ اسْــتَــقَاءَ فَـلـْــيَقْضِ.
Barangsiapa muntah (tanpa disengaja) sedangkan dia dalam keadaan berpuasa, maka tidak ada qodho’ baginya. Barangsiapa sengaja muntah, maka hendaknya dia mengqodho’.


Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Link Yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB

<'@II<    maH-Taj    ^_^ !!        (07 Dzul-Qo'dah 1435 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates