Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Jumat, 28 Februari 2014

Kitab Zakat - Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim


***

- فصل - وتدفع الزكاة إلى الأصناف الثمانية الذين ذكرهم الله تعالى في كــتابه العزيز في قوله تعالى (انما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل) والى من يوجد منهم ولا يقــتصر على أقل من ثلاثة من كل صنف الا العامل. وخمسة لا يجوز دفعها اليهم الغني بمال أو كسب والعبد وبنوهاشم وبنو المطلب والكافر ومن تلزم المزكي نفقـته لا يدفعها اليهم باسم الفقراء والمساكين.

Zakat diberikan kepada delapan golongan yang disebutkan oleh Allah -Subhaanahu Wata’ala- dalam kitab-Nya yang mulia, yaitu dalam firman-Nya:

اِنـَّـمَا الصَّدَقَاتُ لِلـْــفُقَرَآءِ وَاْلمَسَاكِيْنَ وَاْلعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَاْلمُؤَلـَّــفَةِ قـُـلـُــوْبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَاْلغَارِمِيْنَ وَفِي سَبِيْلِ اللهِ وَابْنِ السَّـبِـيْلِ
Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan. (At-Taubah [9]: 60)

Zakat diberikan juga kepada orang-orang yang termasuk dalam delapan golongan di atas. Zakat tidak boleh diberikan kepada kurang dari tiga orang dari setiap golongan, kecuali kepada ‘amil (pengurus zakat).

Ada lima golongan yang tidak boleh menerima zakat, yaitu:
1.      Orang yang kaya harta atau berpenghasilan banyak.
2.      Hamba sahaya.
3.      Bani Hasyim dan Bani Muththolib.
4.      Orang kafir.
5.      Orang yang nafkahnya menjadi tanggungan orang yang wajib membayar zakat. Dalam hal ini, zakat tidak boleh diberikan kepada mereka sekalipun dengan alasan bahwa mereka itu orang-orang fakir dan miskin.

***

Penjelasan :

1.      Keterangan tentang istilah dalam QS. At-Taubah [9]: 60 adalah sebagai berikut:
·    (الفقراء) adalah orang-orang yang tidak mampu memenuhi sesuatu yang merupakan bagian dari kebutuhan mereka. Seperti orang yang membutuhkan sepuluh, tetapi hanya mampu memenuhi dua atau bahkan tidak mampu sama sekali.
·    (المساكين) adalah orang-orang yang tidak mampu memperoleh sesuatu yang bisa mencukupi mereka. Seperti orang yang membutuhkan sepuluh, tetapi hanya mendapatkan delapan.
·    (العاملين عليها) adalah orang-orang yang membantu imam untuk mengumpulkan zakat dan membagikannya.
·    (المؤلفة قلوبهم) adalah orang yang masih lemah keislamannya dan selainnya.
·    (في الرقاب) adalah budak yang sedang berusaha memerdekakan dirinya tetapi tidak mampu atau usaha untuk memerdekakan hamba.
·    (الغارمين) adalah orang-orang yang tidak mampu melunasi hutang mereka.
·    (في سبيل الله) adalah orang-orang yang berperang untuk membela Islam dan tidak ada kompensasi untuk mereka dari Baitul Mal.
·    (ابن السبيل) maksudnya adalah musafir yang ingin kembali ke negerinya, namun kehabisan biaya perjalanan mengantarkannya.

2.      Orang yang kaya harta atau berpenghasilan banyak tidak boleh menerima zakat. Dasarnya adalah sabda Rosulullooh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam-,

لَا تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِيٍّ وَلَا لِذِيْ مِرَّةٍ سَوِيٍّ
Zakat itu tidak halal untuk orang kaya dan tidak juga untuk orang kuat yang mampu berusaha.

Dalam riwayat Abu Dawud (1633),

وَلَا لِقَوِيٍّ مُكْـتَسِبٍ
Dan tidak juga untuk orang kuat yang mampu berusaha.

3.      Bani Hasyim dan Bani Mutholib tidak boleh menerima zakat. Dasarnya adalah sabda Rosulullooh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam-,

اِنـَّـمَا هِيَ اَوْسَاخُ النـَّاسِ وَاِنـَّـهَا لَا تَحِلُّ لِمُحَمَّدٍ وَلَا لِآلِ مُحَمَّدٍ
Zakat ini adalah kotoran manusia. Ia tidak halal untuk Muhammad dan juga keluarga Muhammad. (HR. Muslim 1072).

Bukhori (1420) dan Muslim (1069) meriwayatkan dari Abu Huroiroh -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Al-Hasan bin ‘Ali mengambil sebuah kurma kering zakat dan memasukkan ke dalam mulutnya. Maka Nabi -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- bersabda, ‘Hentikan! Hentikan!’ Maksudnya agar kurma kering itu dibuangnya. Kemudian beliau bersabda, ‘Tidak sadarkah engkau bahwa kita tidak memakan zakat’.

Maksud keluarga Muhammad -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- adalah Bani Hasyim dan Bani Muththolib. Sebagai ganti pengharaman zakat, maka mereka diberi 4% dari Ghonimah, sebagaimana akan dijelaskan dalam Kitab Jihad.

4.      Orang kafir tidak boleh menerima zakat. Dasarnya adalah sabda Rosulullooh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- kepada Mu’adz -rodhiyalloohu ‘anhu-, “Ajarkan kepada mereka bahwa mereka memiliki kewajiban zakat yang diambil dari orang-orang kaya diantara mereka dan diberikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.”

Maksudnya adalah orang-orang kaya kaum muslimin dan orang-orang fakir di antara mereka. Sebagaimana zakat itu tidak diambil dari orang-orang kaya yang kafir, maka ia juga tidak diberikan kepada orang-orang kafir yang fakir diantara mereka.

5.      Zakat tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungan orang yang wajib membayar zakat sekalipun dengan alasan bahwa mereka itu orang-orang fakir dan miskin. Artinya, tidak boleh mebayarkannya kepada mereka jika mereka itu fakir dan miskin. Sebab, mereka cukup dengan nafkah wajib yang diberikan oleh orang yang berzakat (muzakki). Boleh membayarkan zakat kepada orang-orang yang menjadi tanggungan nafkah si muzakki jika mereka itu bukan orang-orang fakir maupun miskin. Misalnya, jika mereka termasuk orang-orang berhutang atau mujahid dan selainnya. Silahkan lihat tentang orang-orang yang nafkahnya menjadi tanggungan mereka dalam pasal “Nafkah dalam Nikah”.


Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<    maH-Taj    ^_^ !!        (28 Robi'ul Akhir 1435 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates