Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Kamis, 28 November 2013

Kitab Zakat - Binatang Ternak

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim



***

فأما المواشي فتجب الزكاة في ثلاثة أجناس منها وهي الإبل والبقر والغنم وشرائط وجوبها ستة أشياء الإسلام والحرية والملك التام والنصاب والحول والسوم.

Binatang ternak yang wajib dizakati ada tiga, yaitu: unta, sapi, dan kambing. Syarat wajib zakatnya ada enam perkara, yaitu:
1.      Islam
2.      Merdeka
3.      Barang yang wajib dizakati itu dimiliki secara sempurna
4.      Mencapai nishob
5.      Mencapai haul
6.      Digembalakan

***

Penjelasan :

1.    Tentang kewajiban zakat dalam jenis-jenis ini dan sebagian besar syaratnya, ditunjukkan dalam dalil berikut ini. Bukhori (1386) meriwayatkan dari Anas bin Malik -rodhiyalloohu ‘anhu- bahwa Abu Bakar -rodhiyalloohu ‘anhu- menuliskan surat untuknya dan mengutusnya ke Bahrain. Di bagian awal, Abu Bakar menulis, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ini adalah kewajiban zakat yang difardhukan oleh Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- kepada kaum muslimin dengan cara sebenarnya, maka berikanlah kepadanya. Barangsiapa meminta lebih, maka jangan diberi.”

Di dalam surat di atas juga disebutkan jenis-jenis binatang ternak yang wajib dizakati serta dijelaskan nishob dan kewajibannya. Semuanya akan dijelaskan secara terpisah pada bagiannya masing-masing.

2.    Maksud mencapai nishob adalah harta mencapai kadar tertentu sehingga ada kewajiban zakatnya. Dalam Al-Misbâh Al-Munîr dikatakan, “Nishob adalah kadar yang ditentukan untuk kewajiban zakat.”

Nishob setiap harta akan dijelaskan sendiri beserta dalilnya.

3.    Dasar bahwa zakat harus mencapai haul adalah sabda Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam-,

لَيْسَ فِيْ مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُوْلَ عَلَيْهِ الْحَوْلُ
Tidak ada kewajiban zakat dalam harta sampai mencapai haulnya. (HR. Abu Dawud 1073).

Artinya, sampai harta tersebut dimiliki selama satu tahun qomariyyah.

4.    Binatang ternak yang dizakati haruslah binatang ternak yang digembalakan di rumput yang mubah setiap mencapai haul atau lebih. Dalam surat Abu Bakar -rodhiyalloohu ‘anhu- dikatakan, “Syarat zakat kambing adalah digembalakan.”



Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan : KITAB AT-TAQRIB


<'@II<    maH-Taj    ^_^ !!            (25 Muharrom 1435 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates