Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Kamis, 28 November 2013

Kitab Zakat - Barang Berharga

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim




***
وأما الأثمان فشيئان الذهب والفضة وشرائط وجوب الزكاة فيها خمسة أشياء الإسلام والحرية والملك التام والنصاب والحول.

Barang berharga yang wajib dizakati ada dua, yaitu emas dan perak. Syarat wajib zakatnya ada lima perkara, yaitu:
1.      Islam
2.      Merdeka
3.      Barang yang wajib dizakati dimiliki secara sempurna
4.      Mencapai nishob
5.      Mencapai haul

***

Penjelasan :

Dasar diwajibkannya zakat emas dan perak adalah firman Allah -Subhaanahu Wata’ala-,

وَالـَّـذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذ َّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَايُـنْـفِـقـُـوْنَهَا فِيْ سَبـِـيْـلِ اللهِ فَبَشـِّــرْهُمْ بـِــعَذَابٍ اَلِيْمٍ
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang pedih. (At-Taubah [9]: 34)

Maksud menyimpan dalam ayat di atas adalah menyimpan harta yang belum ditunaikan zakatnya.

Bukhori (1339) meriwayatkan dalam Tafsirnya dari Ibnu ‘Umar -rodhiyalloohu ‘anhumaa-, “Barangsiapa menyimpan harta dan tidak menunaikan zakatnya, maka kecelakaanlah baginya.”

Muslim (987) meriwayatkan dari Abu Huroiroh -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata bahwa Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّيْ مِنْهَا حَقـَّــهَا اِلَّا اِذَا كـَانَ يَوْمُ الـْــقِيَامَةِ صُفـِّـحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نـَارٍ فَا ُحْمِيَ عَلـَـيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنـَّـمَ فَـيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِيْنُهُ وَظَهْرُهُ كـُـلـَّـمَا بَرَدَتْ ا ُعِيْدَتْ لَهُ فِيْ يَوْمٍ كـَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍ حَتـَّى يُقْضَى بَيْنَ الـْــعِبَادِ فَيَرَى سَبِيْلَهُ اِمَّا اِلَى الـْــجَنَّةِ وَاِمَّا اِلَى النـَّـارِ.
Siapa saja pemilik emas dan perak, kemudian tidak menunaikan haknya, pasti pada hari kiamat nanti dibentangkan untuknya lempengan-lempengan neraka. Dia dibakar dengan menggunakan itu di neraka Jahanam. Sisi badan dan punggungnya disetrika. Setiap kali lempengan itu mendingin, maka dikembalikan lagi kepadanya selama sehari yang kadarnya sama dengan lima puluh ribu tahun sampai dia diadili di antara para hamba. Kemudian diperlihatkanlah kepadanya jalan, entah itu ke surga atau ke neraka.

Maksud menunaikan haknya dalam hadits di atas adalah mengeluarkan zakatnya.


Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Link yang Bersangkutan : KITAB AT-TAQRIB


<'@II<    maH-Taj    ^_^ !!           (25 Muharrom 1435 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates