Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Selasa, 09 Oktober 2012

Kitab Sholat - Sholat Khouf

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim


***

وصلاة الخوف على ثلاثة أضرب أحدها أن يكون العدو في غير جهة القبلة فيفرقهم الامام فرقـتـين فرقة تقف في وجه العدو وفرقة تـقـف خلفه فيصلى بالفرقة التى خلفه ركعة ثم تتم لنفـسها وتمضى الى وجه العدو وتأتى الطائفة الاخرى فيصلى بها ركعة وتـتم لنفـسها ويسلم بها والثانى أن يكون في جهة القـبلة فيصفهم الامام صفين ويحرم بهم فاذا سجد سجد معه أحد الصفين ووقف الصف اللآخر يحرسهم فاذا رفع سجدوا ولحقوه والثالث أن يكون في شدة والتحام الحرب فيصلى كـيف أمكنه راجلا أو راكبا مستقبل القـبلة وغير مستقبل لها.

Sholat khouf bisa dikerjakan dengan tiga cara:
1.      Apabila musuh tidak ada di arah qiblat, maka imam membagi jama’ah menjadi dua kelompok. Satu kelompok berdiri menghadap musuh dan satu kelompok lagi berada di belakang imam. Imam mengerjakan sholat bersama kelompok yang berada di belakangnya satu roka’at, kemudian mereka menyempurnakan sholat sendiri-sendiri, lalu mengambil alih penjagaan terhadap musuh. Kemudian giliran kelompok kedua mengerjakan sholat bersama imam satu roka’at. Mereka menyempurnakan sholat sendiri-sendiri. Kemudian imam salam bersama mereka.

2.      Apabila musuh berada di arah qiblat, maka imam membentuk jama’ah menjadi dua shaf dan dia mengerjakan sholat bersama mereka. Jika imam sujud, maka satu shaf ikut sujud bersamanya, sedangkan shaf kedua berdiri menjaga mereka. Jika imam bangkit dari sujud, maka shaf kedua sujud dan segera menyusulnya.

3.      Apabila berada dalam ketakutan luar biasa dan peperangan sengit, maka seseorang boleh mengerjakan sholat sesuai kemampuan. Dia boleh mengerjakan sholat dengan berjalan kaki atau berkendara serta menghadap qiblat atau tidak.

***


Penjelasan :
1.      Mengenai cara pertama, Bukhori (3900), Muslim (842) dan selain keduanya meriwayatkan dari Sholih bin Khowwat dari orang-orang yang menyaksikan Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- mengerjakan sholat Khouf ketika perang Dzatur Riqo’. Sekelompok orang berbaris bersama Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- dan sekelompok lainnya menghadap musuh. Kemudian beliau mengerjakan sholat bersama kelompok yangmenyertainya satu roka’at, lantas beliau tetap berdiri. Mereka menyempurnakan sholat sendiri-sendiri, kemudian membubarkan diri. Kemudian mereka berbaris menghadap ke arah musuh. Lantas datanglah kelompok kedua dan beliau sholat bersama mereka untuk roka’at yang masih tersisa, kemudian beliau tetap duduk. Kelompok kedua itu menyempurnakan sholat sendiri-sendiri, kemudian beliau salam bersama mereka.

2.      Mengenai cara kedua, Bukhori (902) meriwayatkan dari Ibnu ’Abbas -rodhiyalloohu ’anhumaa-, dia berkata, ”Nabi -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam- berdiri dan orang-orang pun berdiri bersamanya. Beliau bertakbir dan mereka pun ikut bertakbir bersamanya, sedangkan sekelompok orang diantara mereka ruku’. Kemudian beliau sujud dan kelompok pertama ini ikut sujud bersamanya. Kemudian beliau berdiri untuk roka’at kedua. Kemudian berdirilah orang-orang yang telah melakukan sujud dan menjaga saudara-saudara mereka. Lalu, datanglah kelompok kedua. Mereka ruku’ dan sujud bersama Nabi -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam-. Semua orang mengerjakan sholat, tetapi sebagian mereka menjaga sebagian lainnya.”

Mengenai cara ketiga, Allah -Subhaanahu Wata’ala- berfirman,

حَــٰــفِظـُـوْا عَلـَى ٱلصَّلـَوَٰتِ وَٱلصَّـلـَٰوةِ الـْـوُسْطـَىٰ وَقـُوْمُوْا ِللهِ قـَـٰـنِتِيْنَ {٢٣٨} فـَاِنْ خِفـْـتـُمْ فـَرِجَالاً اَوْ رُكـْـبَانـًا  ۖ  فـَاِذ َآ اَمِنـْـتـُمْ فـَٱذْكـُرُوْا ٱللهَ كـَمَا عَلـَّمَكـُمْ مَّا لـَمْ تـَكـُوْنـُوْا تـَعْلـَمُوْنَ {٢٣٩}
Peliharalah semua sholat(mu) dan (peliharalah) sholat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
(Al-Baqoroh [2]: 238 – 239)

(الصلاة الوسطى) adalah sholat Ashar. (كما علـّمكم) “sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu”, maksudnya mengajarkan amalan-amalan sholat.

Bukhori (4261) meriwayatkan dari Ibnu ’Umar -rodhiyalloohu ’anhumaa- tentang tata cara sholat khouf, ”Jika ketakutan lebih parah daripada itu, maka kerjakanlah sholat dalam keadaan berjalan, berdiri, atau berkendraan; entah dengan menghadap qiblat maupun tidak.” Malik berkata, ”Nafi’ berkata, ’Menurutku, Abdulloh bin ’Umar tidak akan menyebutkan hal itu kecuali berasal dari Rosululloh -shollalloohu ’alaihi wasallam-.’”



Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!                 (23 Dzul-Qo'dah 1433 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates