Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Selasa, 31 Juli 2012

Kitab Sholat - Sholat Istisqo'

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismiillaahirrohmaanirroohim


***

وصلاة الاستسقاء مسنونة فيأمرهم الامام بالتوبة والصدقة والخروج من المظالم ومصالحة الأعداء وصيام ثلاثة أيام ثم يخرج بهم في اليوم الرابع في ثياب بذلة واســتكانة وتضرع ويصلي بهم ركعتين كصلاة العيدين ثم يخطب بعدهما ويحول رداءه ويكثر من الدعاء والإستغفار ويدعو بدعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم " اللهم اجعلها سقيا رحمة ولا تجعلها سقيا عذاب ولا محق ولا بلاء ولا هدم ولا غرق اللهم على الظراب والآكام ومنابت الشجر وبطون الأودية اللهم حوالينا ولا علينا اللهم اسقنا غيثا مغيثا هنيئا مريئا مريعا سحا عاما غدقا طبقا مجللا دائما إلى يوم الدين اللهم اسقنا الغيث ولا تجعلنا من القانطين اللهم إن بالعباد والبلاد من الجهد والجوع والضنك ما لا نشكو إلا إليك اللهم أنبت لنا الزرع وأدر لنا الضرع وأنزل علينا من بركات الســماء وأنبت لنا من بركات الأرض واكشف عنا من البلاء ما لا يكشفه غيرك اللهم إنا نســتـغفرك إنك كنت غفارا فأرسل السماء علينا مدرارا ". ويغتسل في الوادي إذا سال ويسبح للرعد والبرق.
Sholat istisqo’ hukumnya sunnah. Imam memerintahkan orang-orang agar bertaubat, bersedekah, meninggalkan segala bentuk kezholiman, berdamai dengan para musuh dan berpuasa selama tiga hari. Kemudian pada hari keempat, imam keluar (ke tanah lapang) bersama mereka dengan memakai pakaian harian serta hati tenang dan tunduk. Imam mengerjakan sholat dua roka’at bersama mereka seperti sholat ‘Id. Setelah sholat dilanjutkan dengan berkhutbah, membalikkan selendangnya, serta memperbanyak do’a dan istighfar. Hendaknya imam berdo’a dengan do’a Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam-, yaitu:

اَللــّٰهُمَّ اجْعَلـْهَا سُقـْـيَا رَحْمَةٍ وَلاَ تـَجْعَلـْهَا سُقـْـيَا عَذَابٍ وَلاَ مَحْقٍ وَلاَ بَلاَءٍ وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَـرَقٍ
Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai siraman yang membawa rahmat dan jangan menjadikannya sebagai siraman yang membawa adzab, kecelakaan, bencana, kehancuran, dan ketenggelaman. (1)

اَللــّٰهُمَّ عَلـَى الظـِّرَابِ وَاْلآكـَامِ وَمَنـَابـِتِ الشـَّجَرِ وَبُطـُـوْنِ اْلأَوْدِيَةِ اَللــّٰهُمَّ حَوَالـَـيْنـَا وَلاَ عَـلـَيْنـَا
Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) meresap di bukit dan onggokan tanah serta menyirami akar-akar tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, jauhkanlah dari kami dan janganlah menjadi bencana bagi kami. (2)

اَللــّٰهُمَّ اسْـقِنـَا غَيْثـًا مُغِـيْـثـًا هَـنِـيْئـًا مَرِيْئـًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّا غـَـدَقـًا طـَـبَـقـًا مُجَلــِّـلاً دَائِمًا اِلـَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Ya Allah, turunkan kepada kami hujan deras, yang menyenangkan, mengalir luas lagi lebat dan merata sampai hari kiamat. (3)

اَللــّٰهُمَّ اسْـقِنـَا اْلغَـيْثَ وَلاَ تـَجْعَلـْـنـَا مِنَ الـْـقـَانِطِـيْنَ
Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah jadikan kami termasuk orang-orang yang putus asa. (4)

اَللــّٰهُمَّ اِنَّ بـِالـْـعِبَادِ وَالـْـبـِـلاَدِ مِنَ الـْـجَهْدِ وَالـْـجُوْعِ وَالضَّنـْكِ مَا لاَ نـَشْكـُوْ اِلاَّ اِلـَيْكَ
Ya Allah, sesungguhnya para hamba(Mu) dan negeri-negeri mengalami kelelahan, kelaparan, dan kesempitan yang tidak bisa kami adukan kecuali kepada-Mu.

اَللـّٰهُمَّ اَنـْـبـِتْ لـَنـَا الزَّرْعَ وَاَدِرَّ لـَنـَا الضَّرْعَ وَاَنـْزِلْ عَلـَيْنـَا مِنْ بَرَكـَاتِ السَّــمَاءِ وَاَنـْبـِتْ لـَنـَا مِنْ بَرَكـَاتِ ا ْلاَرْضِ وَاكـْشِفْ عَنـَّا مِنَ الـْـبَلاَءِ مَا لاَ يَكـْـشِفـُهُ غـَـيْرُكَ اَللـّٰهُمَّ اِنـَّا نـَسْـتـَغـْـفِرُكَ اِنـَّكَ كـُنـْتَ غـَفـَّارًا فـَاَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلـَيْنـَا مِدْرَارًا
Ya Allah, tumbuhkanlah untuk kami tanaman-tanaman dan perbanyaklah untuk kami susu (hewan peliharaan kami). Turunkanlah kepada kami berkah langit dan tumbuhkanlah untuk kami berkah bumi. Hilangkanlah musibah dari kami. Tidak ada yang mampu menyibakkannya selain Engkau. Ya Allah, kami memohon ampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun. Turunkanlah kepada kami banyak hujan dari langit. (5)

Apabila air telah mengalir, hendaknya mandi di lembah dan bertasbih untuk kilat dan petir.

Catatan kaki:
(1)     Hadits ini mursal. HR. Syafi’i dalam Al-Umm (1/222).
(2)     HR. Bukhori (967) dan Muslim (897).
(3)     HR. Abu Dawud (1169) dan selainnya.
(4)     Yaitu orang-orang yang putus asa karena terlambatnya turun hujan.
(5)     HR. Imam Syafi’i dalam Al-Umm (1/222)

***

Penjelasan :
1.      Bukhori (966) dan Muslim (894) meriwayatkan dari ’Abdullah bin Zaid bin ’Ashim -rodhiyalloohu ’anhu- bahwa Nabi -Shollalloohu ’Alaihi Wasallam- pergi ke lapangan dan memohon turunnya hujan. Beliau menghadap qiblat, membalikkan selendangnya, dan mengerjakan sholat dua roka’at. Dalam riwayat Bukhori tersebut, “Beliau mengeraskan bacaan di kedua roka’at tersebut.”

2.      Imam memerintahkan orang-orang agar bertaubat, bersedekah, meninggalkan segala bentuk kezaliman, berdamai dengan para musuh dan berpuasa selama tiga hari. Sebab, perkara-perkara ini berpengaruh terhadap dikabulkannya do’a, sebagaimana terdapat dalam berbagai hadits. Maksud musuh di sini adalah seorang muslim yang memiliki permusuhan duniawi dengan muslim lainnya.

3.      Pada hari keempat, imam keluar (ke tanah lapang) bersama mereka dengan memakai pakaian harian serta hati tenang dan tunduk. Demikianlah yang diatur dalam berbagai kitab syarh fiqih. Maksud pakaian harian adalah pakaian biasa dipakai untuk bekerja serta tidak menimbulkan ketakjuban dan rasa sombong.

Ibnu Majjah (1268) meriwayatkan dari Ibnu ’Abbas -rodhiyalloohu ’anhumaa-, dia berkata, ”Rosululloh -Shollalloohu ’Alaihi Wasallam- berangkat dengan tawadhu’, tunduk, khusyu’ dan tadhorru’. Kemudian, beliau mengerjakan sholat dua roka’at seperti yang dilakukan ketika hari raya.”

Tadhorru’ artinya memperlihatkan ketundukan, yaitu merendahkan diri ketika meminta suatu kebutuhan.

4.      Imam mengerjakan sholat dua roka’at bersama mereka seperti sholat ’Id. Maksudnya, imam bertakbir pada roka’at pertama sebanyak tujuh kali, sedangkan pada roka’at kedua sebanyak lima kali. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (1165) dan Tirmidzi (558) dari Ibnu ‘Abbas -rodhiyalloohu ‘anhumaa- bahwa dia ditanya tentang sholat istisqo’ yang dikerjakan oleh Rosululloh -Shollalloohu ’Alaihi Wasallam-. Ibnu ‘Abbas menjawab, “Beliau mengerjakan sholat dua roka’at sebagaimana sholat ketika hari raya.”

5.      Setelah sholat dilanjutkan dengan berkhutbah. Ibnu Majjah (1268) meriwayatkan dari Abu Huroiroh ­-rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Pada suatu hari, Rosululloh -Shollalloohu ’Alaihi Wasallam- berangkat untuk memohon turunnya hujan. Kemudian, beliau mengerjakan sholat dua roka’at bersama kami tanpa adzan dan iqomah. Kemudian, beliau berkhutbah dan berdo’a kepada Allah. Beliau membalikkan wajahnya ke arah qiblat seraya mengangkat kedua tangannya, kemudian membalikkan selendangnya. Beliau meletakkan bagian kanan di bagian kiri dan bagian kiri di bagian kanan. Beliau memohon ampunan dalam khutbahnya sebagai ganti takbir dalam dua khutbah hari raya. Hal itu berdasarkan firman Allah -Subhaanahu Wata’ala-

فـَـقـُـلـْتُ اسْـتـَغْـفِـرُوْا رَبَّـكـُمْ اِنـَّهُ كـَانَ غـَـفـَّارًا {١٠}  يُرْسِلِ السَّمَآءَ عَـلـَـيْـكـُمْ مِّدْرَارًا {١١}
Maka aku katakan kepada mereka, ’Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat.’
(Nuh [71]: 10-11)

6.      Selain berkhutbah, setelah sholat imam juga harus membalikkan selendangnya sehingga bagian atas menjadi bagian bawah dan bagian kanan menjadi bagian kiri. Hal ini sebagai bentuk optimisme, mudah-mudahan Allah -Subhaanahu Wata’ala- mengubah keadaan yang gersang menjadi subur.

7.      Apabila air telah mengalir, hendaknya mandi di lembah. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan imam Syafi’i -rohimahulloh-, “Jika air mengalir, Rosululloh -Shollalloohu ’Alaihi Wasallam- bersabda, ‘Keluarlah bersama kami menuju air yang dijadikan suci oleh Allah sehingga kita bisa bersuci dengannya dan memuji Allah karenanya.’” (Al-Umm: 1/322)

Muslim (898) dan selainnya meriwayatkan dari Anas -­rodhiyalloohu ’anhu­-, dia berkata, “Kami diguyur hujan bersama Rosululloh -Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam-.” Dia melanjutkan, “Maka beliau membuka bajunya sehingga hujan mengguyurnya. Kami berkata, ‘Mengapa engkau melakukan ini?’ Beliau menjawab, ‘Karena ini adalah janji yang dekat dengan Tuhannya.’” Imam Nawawi berkata, “Maknanya, hujan itu adalah rahmat. Yaitu dekatnya masa penciptaan Allah -Subhaanahu Wata’ala- untuk rahmat tersebut sehingga beliau bertabarruk (memohon berkah) dengannya.” (Syarh Shohiih Muslim: 6/195)

8.      Selain mandi di lembah, dianjurkan pula bertasbih untuk kilat  dan petir apabila air telah mengalir. Dasarnya adalah khabar yang diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwattho’ (2/992) DARI ’Abdulloh bin Zubair -rodhiyalloohu ’anhu- bahwa jika mendengar petir, dia berhenti berbicara dan mengucapkan,

سُبْحَانَ الـَّـذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بـِحَمْدِهِ وَالـْـمَلاَئِكـَـة ُ مِنْ خِيْفـَـتِهِ
Maha Suci Dzat dimana petir bertasbih dangan memuji-Nya dan (demikian juga) malaikat karena takut kepada-Nya.”
Kemudian dia berkata, “Petir ini dahsyat untuk penduduk bumi karena memperingatkan mereka akan turunnya halilintar, banjir dan selainnya.” Do’a ini diambil dari surat Ar-Ro’d [13]: 13.



Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!          (11 Romadhon 1432 H)

2 PENDAPAT:

ICAH BANJARMASIN mengatakan...

Ziarah malam salam ukhuwah,menarik sekali artikelnya.

Penyuluh Perikanan mengatakan...

subhanallah...
postingannya sangat indah sekali sobat, banyak pengetahuan yg saya dapat membaca entry ini..
sangat berguna
terima kasih..
salam

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates