Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Senin, 04 Juni 2012

Kitab Sholat - Sholat 'Id (Hari Raya)

Assalaamu 'Alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim


***

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وهي ركعتان يكبر في الأولى سبعا سوى تكبيرة الإحرام وفي الثانية خمسا سوى تكبيرة القيام ويخطب بعدها خطبتين يكبر في الأولى تسعا وفي الثانية سبعا. ويكبر من غروب الشمس من ليلة العيد الى ان يدخل الإمام في الصلاة وفي الأضحى خلف الصلوات المفروضات من صبح يوم عرفة الى العصر من آخر ايام التشريق.

Sholat ‘Idain (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha) adalah sunnah muakkadah. Jumlah roka’atnya dua. Pada roka’at pertama bertakbir sebanyak tujuh kali selain takbirotul ihrom dan pada roka’at kedua bertakbir sebanyak lima kali selain takbirotul qiyaam (bangkit dari sujud).

Setelah sholat, berkhutbah dua kali dengan melantunkan takbir pada khutbah pertama sebanyak sembilan kali dan pada khutbah kedua sebanyak tujuh kali.

Hendaknya melantunkan takbir semenjak matahari terbenam pada malam ‘Id sampai imam mengerjakan sholat. Ketika ‘Idul Adha, hendaknya melantunkan takbir setiap kali selesai sholat-sholat fardhu semenjak Shubuh hari ‘Arafah sampai Ashar pada hari tasyriq.

***

Penjelasan :

1.      Bukhori (913) dan Muslim (889) meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Ketika hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha, Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam- berangkat ke lapangan. Pertama kali yang beliau lakukan adalah sholat, kemudian berpaling dan berdiri menghadap orang banyak. Ketika itu, orang-orang duduk bershaf. Kemudian beliau berwasiat, menasihati dan memerintahkan mereka. Jika ingin menunjukkan sekelompok orang dan memerintahkan mereka berjihad, beliau akan melakukannya, atau memerintahkan sesuatu yang diperintahkan kepadanya, kemudian beliau berpaling.”

2.      Mengenai jumlah roka’at sholat ‘Idain, Nasai (3/111) dan selainnya meriwayatkan dari hadits Umar -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Sholat ‘Idul Fitri adalah dua roka’at dan sholat ‘Idul Adha juga dua roka’at.”  Kemudian dia berkata, “Ini berdasarkan sabda Muhammad -shollalloohu ‘alaihi wasallam-.” Ketentuan ini menjadi Ijma’.

3.      Mengenai takbir pada sholat ‘Idain, ada sebuah riwayat dari ‘Amru bin ‘Auf Al-Muzanny -rodhiyalloohu ‘anhu-, bahwa Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam- bertakbir ketika sholat ‘Idul Fitri: Pada roka’at pertama sebanyak tujuh kali dan pada roka’at terakhir sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah. Tirmidzi (536) juga meriwayatkan hadits ini. Dia berkata, “Hadits adalah riwayat terbaik tentang bab ini dari Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam-.

4.      Bukhori (920) dan Muslim (888) meriwayatkan dari Ibnu Umar -rodhiyalloohu ‘anhumaa-, dia berkata, “Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam-, Abu Bakar dan Umar -rodhiyalloohu ‘anhumaa- mengerjakan sholat ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha sebelum khutbah.”

Bukhori (932) meriayatkan dari Ibnu ‘Abbas -rodhiyalloohu ‘anhumaa-, dia berkata, “Saya berangkat bersama Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam- ketika hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha, kemudian beliau mengerjakan sholat dan berkhutbah.”

Imam Syafi’i -rohimahulloh- (Al-Umm: 1/211) meriwayatkan dari Ubaidillah bin ‘Abdulloh bin Utbah, dia berkata, “Sunnahnya ketika ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha adalah seorang imam menyampaikan dua kali khutbah yang antara keduanya dipisahkan dengan duduk.” Baihaqi (3/299) juga meriwayatkan darinya. Dia berkata, “Sunnahnya adalah khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir secara berurutan, sedangkan khutbah kedua dengan tujuh kali takbir secara berurutan.”

5.      Hendaknya melantunkan takbir semenjak matahari terbenampada malam ‘Id sampai imam mengerjakan sholat. Dasarnya adalah firman Allah -Subhaanahu Wata’ala-,

وَلِتـُكـْـمِلـُـوا الـْــعِدَّةَ وَلِتـُـكـَـبـِّرُوا ٱللهَ عَلـَى مَا هَدَ ٮٰـكـُمْ وَلـَـعَـلـَّـكـُمْ تـَـشْـكـُرُونَ {١٨٥}
Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.
(Al-Baqoroh [2]: 185)

Para ulama berkata, “Ini adalah takbir ketika hari ‘Idul Fitri. Takbir ini diqiyaskan juga dengan ‘Idul Adha.”

6.      Hakim (1/299) meriwayatkan dari Ali dan ‘Ammar -rodhiyalloohu ‘anhumaa- bahwa Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam- mengeraskan bacaan bismillaahirrohmaanirrohiim dalam sholat-sholat fardhu, membaca qunut  pada sholat Shubuh, serta bertakbir pada hari ‘Arafah semenjak sholat Shubuh dan dihentikannya ketika sholat Ashar pada akhir hari tasyriq. Hakim berkata, “Hadits ini adalah hadits yang shohih sanadnya. Sepengetahuanku, tidak ada jarh (cela) dalam periwayatannya.”

Bukhori berkata, “Umar -rodhiyalloohu ‘anhu- melantunkan takbir di qubahnya sehingga para penghuni masjid mendengarnya. Mereka pun turut bertakbir. Orang-orang yang berada di pasar pun juga bertakbir sehingga Madinah berguncang karena takbir. Ibu Umar -rodhiyalloohu ‘anhumaa- melantunkan takbir di Mina selama hari-hari itu seusai mengerjakan sholat-sholat fardhu, di atas kasurnya, di rumahnya, tempat duduknya maupun di perjalanannya. Pada semua hari itu takbir dilantunkan.” (Kitab Al-Idain, Bab Takbiir Ayyaam Minaa).

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!        (14 Rajab 1433 H)

6 PENDAPAT:

Pengisah mengatakan...

makin terasa dekat saja lebaran , moga hidup mu makin barokah

Artikel-2015 mengatakan...

id fidri sunnah muakkad tapi kenapa ya oarng labih mengutamakan id dari pada jumat.. tpi sebagian sih

Obat Sakit 2011 mengatakan...

yups idul fitri makin dekat saja gan
Tentu semuanya ingin agar ibadah kita diterimanya

cik awi mengatakan...

Saya suka artikel ini karena dapat menambah wawasan di bidang agama

Obat Sakit 2011 mengatakan...

huruf arabnya masih gundul gan
kesulitan membacanya

Tatang Tajudin Ibnu Supyan mengatakan...

Syukron untuk semuanya yang mampir di sini. Semoga Barokah.
Do'akan ana semoga Istiqomah dan dapat menyelasaikannya hingga khatam.

@Obat : Untuk materinya sendiri ana sesuaikan dengan kitab aslinya, dari kitab salinya gundul, jadi ya sperti ituu adanya. tapi untuk arab dalam penjelasan2'a tidak gundul khooo. Syukron.

Poskan Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates