Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Jumat, 29 Juni 2012

Kitab Sholat - Sholat Gerhana

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim


***

وصلاة الكسوف سنة مؤكدة فإن فاتت لم تقض ويصلي لكسوف الشمس وخسوف القمر ركعتين في كل ركعة قيامان يطيل القراءة فيهما وركوعان يطيل التسبيح فيهما دون السجود ويخطب بعدهما خطبتين ويسر في كسوف الشمس ويجهر في خسوف القمر.
Sholat gerhana hukumnya adalah sunnah muakkadah. Jika tidak sempat mengerjakannya, maka tidak perlu mengqodho’. Sholat gerhana matahari (kusuf) dan gerhana bulan (khusuf) dikerjakan sebanyak dua roka’at. Setiap roka’at dikerjakan dengan dua kali berdiri dan membaca surat yang panjang setelah Al-Fatihah pada keduanya. Ruku’nya pada setiap roka’at dilakukan dua kali dan dengan membaca tasbih yang panjang pada keduanya, sedangkan dalam sujud tidak membaca tasbih yang panjang. Setelah sholat dibacakan dua khutbah. Sholat gerhana matahari dikerjakan secara sirr, sedangkan sholat gerhana bulan dikerjakan secara jahr.

***

Penjelasan :

1.      Bukhori (997) dan Muslim (901) meriwayatkan dari Aisyah -rodhiyalloohu ‘anhaa-, dia berkata, “Terjadi gerhana matahari pada masa Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam-. Beliau lalu mengerjakan sholat bersama orang-orang. Beliau berdiri dan memanjangkan berdirinya. Kemudian ruku’ dan memanjangkan ruku’nya. Kemudian berdiri dan memanjangkan berdirinya, tetapi lebih pendek daripada berdiri yang pertama. Kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya, tetapi lebih pendek daripada ruku’ yang pertama. Kemudian beliau sujud dan memanjangkan sujudnya. Kemudian pada roka’at kedua, beliau melakukan apa yang dilakukan pada roka’at pertama. Kemudian beliau berpaling dan matahari telah menyibak. Lantas, beliau berkhutbah, memuji Allah -Subhaanahu Wata’ala- dan menyanjung-Nya, kemudian bersabda,

اِنَّ الشَّمْسَ وَالـْقـَـمَرَ آيَتـَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَيَخـْـسِفـَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ فـَاِذ َا رَاَيْتـُمْ ذ َلِكَ فـَادْعُوْا اللهَ وَكـَبـِّرُوْا وَصَلـُّوْا وَتـَصَدَّقـُوْا.
Sesungguhnya matahari dan bulan termasuk tanda-tanda (kekuasaan) Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya, maka berdo’alah kepada Allah, kerjakanlah sholat dan bersedekahlah.”

Gerhana matahari ini bertepatan dengan meninggalnya anak Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam-, Ibrohim -'alaihis salam-. Pada zaman jahiliyyah, orang-orang menyangka bahwa terjadinya gerhana matahari atau bulan merupakan pertanda bahwa salah seorang pembesar telah meninggal.

2.      Sholat gerhana matahari dikerjakan secara sirr, serdangkan sholat gerhana bulan dikerjakan secara jahr. Dasarnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (562) –dan dia berkata bahwa hadits ini hasan shohih– dari Samuroh bin Jundab -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Kami mengerjakan sholat kusuf (gerhana matahari) bersama Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam- dan kami tidak mendengar suaranya.”

Hadits lain  diriwayatkan oleh Bukhori (1016) dan Muslim (901) dari Aisyah -rodhiyalloohu ‘anhaa-, dia berkata, “Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam- mengeraskan bacaannya ketika sholat khusuf (gerhana bulan).”

Hadits pertama adalah untuk sholat kusuf (gerhana matahari) karena terjadi pada siang hari, sedangkan hadits kedua adalah untuk sholat khusuf (gerhana bulan) karenba terjadi pada malam hari.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!       (10 Sya'ban 1433H)

1 PENDAPAT:

eflianda mengatakan...

wah aku blm pernah sholat gerhana e sob..
makasih penjelasan nya sob..
sangat bermanfaat

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates