Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Kamis, 31 Mei 2012

Kitab Sholat - Menjama' Sholat

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohmaanirrohiim

***

ويجوز للمسافر أن يجمع بين الظهر والعصر في وقت أيهما شاء وبين المغرب والعشاء في وقت أيهما شاء ويجوز للحاضر في المطر أن يجمع بينهما في وقت الأولى منهما.
Boleh bagi musafir untuk menjama’ antara Zhuhur dan Ashar di waktu mana pun yang dia inginkan di antara keduanya serta antara Maghrib dan Isya’ di waktu mana pun yang dia inginkan di antara keduanya.

Boleh bagi orang yang mukim menjama’ antara Zhuhur dan ‘Ashar serta antara Maghrib dan Isya’ ketika turun hujan di waktu pertama sholat tersebut.

***

Penjelasan :
1.      Bukhori (1056) meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas -rodhiyalloohu ‘anhumaa-, dia berkata, “Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam- menjama’ antara sholat Zhuhur dan Ashar jika sedang melakukan safar dan juga menjama’ antara Maghrib dan Isya’.”

Abu Dawud (1208) dan Tirmidzi (553) meriwayatkan dari Mu’adz -rodhiyalloohu ‘anhu- bahwa Nabi -shollalloohu ‘alaihi wasallam- berada di Perang Tabuk. Jika melakukan perjalanan sebelum matahari tergelincir, beliau mengakhirkan Zhuhur dan menjama’nya di waktu Ashar, kemudian mengerjakan kedua sholat tersebut. Jika melakukan perjalanan setelah matahari tergelincir, beliau sholat Zhuhur dan Ashar semuanya, kemudian berjalan. Jika melakukan perjalanan sebelum Maghrib, beliau mengakhirkan Maghrib dan melaksanakannya bersama dengan sholat Isya’. Jika melakukan perjalanan setelah maghrib, beliau menyegerakan Isya’. Beliau mengerjakannya bersama dengan sholat Maghrib.

2.      Bukhori (518) dan Muslim (705) meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas -rodhiyalloohu ‘anhumaa- bahwa Rosululloh -shollalloohu ‘alaihi wasallam- mengerjakan sholat di Madinah sebanyak tujuh atau delapan roka’at, yiutu Zhuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya’. Muslim menambahkan, “Beliau melakukan itu bukan karena takut dan tidak sedang dalam safar.” Dalam riwayat Bukhori disebutkan bahwa Ayyub –salah seorang periwayat hadits– berkata, “Barangkali hal itu dilakukan ketika hujan di malam hari.” “Mungkin saja”, katanya.

Syarat bolehnya menjama’ sholat Maghrib dan Isya’ ketika hujan adalah:
·        Dilakukan secara berjama’ah di masjid atau tempat yang jauh menurut kebiasaan.
·        Tidak boleh menjama’nya di waktu kedua karena bisa jadi hujan akan berhenti sehingga menyebabkan pelaksanaan sholat bukan pada waktunya tanpa udzur.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link Yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<  maH-Taj   ^_^ !!          (10 Rajab 1433 H)

1 PENDAPAT:

I'am Sadah mengatakan...

Terimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat.. ^^

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates