Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Senin, 16 April 2012

BAB KALAM - Pembagian Kalam


السَّـلاَمُ عَلـَيْــكـُمْ وَرَحْمَة ُ اللهِ وَبَرَكـَاتـُهُ
بـِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


وَاَقـْسَمُهُ ثـَلاَثـَة ٌ اِسْمٌ وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنـَى

Adapun bagian-bagian yang dapat dijadikan susunan kalam itu terdiri dari tiga (3) macam kalimat, yaitu:
1.      Kalimat Isim.
2.      Kalimat Fi’il.
3.      Kalimat Huruf yang menunjukkan makna.

Penjelasan,

1)      Isim
الاسم هو كـلمة دلـت على معنى في نـفـسها ولم تـقـتـرن بزمن وضعا

Kalimat yang menunjukkan terhadap makna dengan sendirinya dan tidak disertai dengan salah satu zaman yang tiga dalam asal dibuatnya.

Contoh:
زيد ، أنا ، هذا

Adapun zaman yang tiga tersebut adalah zaman (ماض) yang telah lewat, zaman (حال) sekarang, dan zaman ((إستقبل yang akan datang.

Lafadz (زيد) -zaidun- itu dinamakan isim karena merupakan kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya dan tidak disertai dengan zaman yang tiga.

2)      Fi’il
الفعل هو كلمة دلـت على معنى في نفسها واقترنت بزمن وضعا

Kalimat yang menunjukkan makna dengan sendirinya dan disertai dengan zaman yang tiga dalam asal dibuatnya.

Apabila kalimat tersebut itu menunjukkan makna yang terjadi pada zaman madhi/ yang telah lewat maka kalimat tersebut itu dinamakan Fi’il Madhi.
Contoh:
قام (Telah Berdiri)
جاء (Telah Datang)
قال (Telah Berkata)

Dan apabila kalimat tersebut menunjukkan zaman yang memper (mirip) zaman hal/ sekarang dan zaman istiqbal/ yang akan datang maka kalimat tersebut itu dinamakan Fi’il Mudhore’.
Contoh:
يقوم (Sedang/ Akan berdiri)

Apabila kalimat tersebut menunjukkan terhadap makna perintah melakukan sesuatu pada masa yang akan datang maka itu dinamakan kalimatFi’il Amar.
Contoh:
قـُمْ (Berdirilah..!!)
قـُـلْ (Berkatalah..!!)
اِضْرِبْ (Pukullah..!!)

3)      Huruf
الحرف هو كلمة دلـت على معنى في غيرها

Kalimat yang menunjukkan terhadap makna dengan sebab lainnya (artinya kalimat tersebut dapat menunjukkan makna dengan pelantaraan kalimat lain).
Contoh:
إلى ، هل ، لم

Menunjukkan makna artinya, bahwa Huruf tidak masuk kedalam susunan kalam kecuali hanya jika memiliki makna/arti.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


وَالسَّـلاَمُ عَلـَيْــكـُمْ وَرَحْمَة ُ اللهِ وَبَرَكـَاتـُهُ


<'@II<  maH-Taj  ^_^ !!         (23 Jumadil Awal 1433 H)

4 PENDAPAT:

covalimawati mengatakan...

mampir baca2.. buat nambah ilmu :)

Tatang Tajudin Ibnu Supyan mengatakan...

Silahkaan.. Syukron sudah menyempatkan mampiR.. Semoga Bermanfaat.

Zy Al-Fikriyah mengatakan...

wah akan ada terjemah atau penjabaran alfiyah ibnu malik kah disini ???
jika ia insya Allah sangat bermanfaat ^_^

jurumiyah dulu lebih bagus ^_^

Tatang Tajudin Ibnu Supyan mengatakan...

@Zy Al-Fikriyah: Insya Alloh... Semoga Alloh memberikan sifat Istiqomah kepada admin. Untuk saat ini mungkin Jurumiyah dulu. Kalau ada yang bersedia berbagi Ilmu Al-Fiyahnya untuk di posting di Blog ini, admin akan sangat senang..
Syukron...

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates