Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Kamis, 22 Maret 2012

Kitab Sholat - Perkara yang Tertinggal Dalam Sholat

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim


***
والمتروك من الصلاة ثلاثة أشياء فرض وسنة وهيــئة. فالفرض لاينوب عنه سجود السهو بل إن ذكره والزمان قريب أتى به وبنى عليه وسجد للسهو. والسنة لايعود إليها بعد التلبس بالفرض لكنه يسجد للسهو عنها. والهيئة لايعود إليها بعد تركها ولايسجد للسهو عنها. وإذا شك في عدد ما أتى به من الركعات بنى على اليقين وهو الأقل وسجد للسهو. وسجود السهو سنة ومحله قبل السلام.

Ketentuan mengenai perkara yang tertinggal dalam sholat ada tiga, yaitu: fardhu, sunnah, dan hai’at.

Termasuk dalam fardhu adalah jika perkara yang tertinggal dalam sholat itu tidak bisa digantikan dengan sujud sahwi. Akan tetapi, jika seseorang teringat sementara jarak waktu masih memungkinkan untuk mengerjakannya, dia harus mengerjakan perkara tersebut dan melakukan sujud sahwi.

Termasuk dalam sunnah adalah jika perkara yang tertinggal dalam sholat itu tidak perlu diulang setelah bagian yang fardhu dikerjakan. Akan tetapi, seseorang harus melakukan sujud sahwi.

Termasuk dalam hai’at adalah jika perkara yang tertinggal dalam sholat itu tidak perlu diulang setelah tertinggal dan seseorang tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Apabila seseorang ragu mengenai jumlah roka’at yang dikerjakannya, dia harus mendasarkan pada keyakinannya, yaitu jumlah paling sedikit, dan melakukan sujud sahwi. Sujud sahwi adalah sunnah dan dilakukan sebelum salam.

***

Penjelasan :

1.      Mengenai fardhu, Bukhori (1169) meriwayatkan dari Abu Huroiroh -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Nabi -­shollallohu ‘alaihi wasallam- sholat Zhuhur dan Ashar bersama kami, kemudian beliau salam. Maka Dzul Yadain berkata kepadanya, ‘Wahai Rosululloh, apakah sholatnya kurang?’ Nabi ­shollallohu ‘alaihi wasallam- bertanya kepada para shahabat, ‘Benarkah yang dikatakannya?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Kemudian beliau mengerjakan dua roka’at lainnya, setelah itu sujud dua kali.”

2.      Mengenai sunnah, Bukhori (1166) dan Muslim (570) meriwayatkan dari Abdulloh bin Buhainah -rodhiyalloohu ‘anhu-, dia berkata, “Rosululloh -­shollallohu ‘alaihi wasallam- sholat dua roka’at dari sebagian sholat bersama kami.” Dalam riwayat lain, “Beliau berdiri setelah dua roka’at Zhuhur.” “Kemudian beliau berdiri dan tidak duduk, maka orang-orang berdiri bersamanya. Tatkala menyelesaikan sholatnya dan kami menunggu salamnya, beliau bertakbir sebelum salam, kemudian sujud dua kali ketika masih duduk. Setelah itu salam.”

Ibnu Majah (1208), Abu Dawud (1036), dan selain keduanya meriwayatkan dari Al-Mughiroh bin Syu’bah, bahwa Rosululloh -­shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian bangkit dari dua roka’at dan belum sempurna berdirinya, maka hendaklah dia duduk. Jika berdirinya telah sempurna, maka jangan duduk. Dia harus melakukan sujud dua kali, yaitu sujud sahwi.

3.      Dalam perkara hai’at, seseorang tidak perlu mengulang perkara yang tertinggal dalam sholat dan tidak perlu melakukan sujud sahwi karena tidak ada ketentuan yang kuat maupun riwayat yang menyatakan sujud karenanya.

4.      Muslim (571) meriwayatkan dari Abu Sa’id -rodhiyalloohu ‘anhu-, bahwa Rosululloh -­shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

اِذ َا شـَكَّ اَحَدُكـُمْ فِيْ صَلاَتِهِ فـَلـَمْ يَدْرِ كـَمْ صَلـَّى ثـَلاَثـًا اَمْ اَرْبَعًا فـَلـْيَطـْرَحْ الشـَّكَّ وَلـْيَبْنِ عَلـَى مَا اسْتـَيْقـَنَ ثـُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتـَيْنِ قـَبْلَ اَنْ يُسَلـِّمَ فـَاِنْ كـَانَ صَلـَّى خـَمْسًا شَفـَعْنَ لـَهُ صَلاَتـَهُ وَاِنْ كـَانَ صَلـَّى اِتـْمَامًا  ِلاَرْبَعٍ كـَانـَتـَا تـَرْغِيْمًا لِلشـَّيْطـَانِ.
Jika salah seorang dari kalian ragu dalam sholatnya dan dia tidak mengetahui berapa roka’at dia yang telah dikerjakannya, apakah tiga atau empat, maka hendaknya dia membuang keraguan dan mengambil apa yang diyakini, kemudian bersujud dua kali sebelum salam. Jika dia sholat lima roka’at, maka sujud itu menggenapkan (menyempurnakan) sholatnya. Jika dia sholat empat roka’at, maka dua sujud tersebut membuat setan terhina.

5.      Sujud sahwi adalah sunnah, namun tidak disyari’atkan karena meninggalkan perkara yang wajib.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link yang bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB



<'@II<   maH-Taj    ^_^ !!        (29 Robi'ul Akhir 1433 H)

1 PENDAPAT:

no limit adventure mengatakan...

salam sukses :)

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates