Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Jumat, 27 Januari 2012

Kitab Sholat - Perkara yang Membatalkan Sholat

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillaah Akhirnya komputernya sudah beres diperbaiki, dan ana bisa kembali memposting materi Kitab At-Taqrib. Setelah sekitar 2 bulan lebih ana tidak bisa memposting materi Fiqih. Dan pada posting kali ini ana akan membahas 'Kitab Sholat' pasal "Perkara yang Membatalkan Sholat." berikut adalah pembahasannya,

*** 
 
والذي يبطل الصلاة أحـد عشر شيئا : الكلام العمد، والعمل الكثير، والحدث، وحدوث النجاسة، وانكشاف العورة، وتغيير النية، واستدبار القبلة، والاكل والشرب، والقهقهة، والردة.
Perkara yang membatalkan sholat ada sebelas, yaitu:
1.      Berbicara dengan sengaja.
2.      Banyak bergerak.
3.      Hadats.
4.      Terkena najis.
5.      Terbukanya aurat.
6.      Berubah niat.
7.      Membelakangi kiblat.
8.      Makan.
9.      Minum.
10.  Tertawa terbahak-bahak.
11.  Murtad.

***

Penjelasan :
1.      Mengenai berbicara dengan sengaja, Bukhori (4260) dan Muslim (539) meriwayatkan dari Zaid bin Arqom –rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Dahulu kami berbicara dalam sholat. Salah seorang di antara kami berbincang-bincang dengan saudaranya tentang kebutuhannya sampai turunlah ayat ini,

حَـٰـفِظـُوْا عَلـَى الصَّلـَوَٰتِ وَالصَّلـَٰوةِ الـْـوُسْطـَـٰى وَقـُوْمُوْا  ِللهِ قـَـٰـنِتِيْنَ {٢٣٨}
Peliharalah semua sholat (mu) dan (peliharalah) sholat wustho. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyu’.
(Al-Baqoroh [2]: 238)

Kami pun diperintahkan untuk diam.”

Muslim (537) dan selainnnya meriwayatkan dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Silmy -rodhiyallohu ‘anhu- dari Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda,

اِنَّ هَذِهِ الصَّلاَةَ لاَ يَصْلـُحُ فِيْهَا شـَيْءٌ مِنْ كَلاَمِ النـَّاسِ اِنـَّمَا هُوَ الـتـَّسْبـِيْحُ وَالتـَّكـْبـِيْرُ وَقِرَاءَةُ الـْقـُرْآنِ.
Sesungguhnya dalam sholat ini tidak boleh ada pembicaraan apa pun. Yang boleh hanyalah tasbih, takbir dan membaca Al-Qur’an.

2.      Banyak bergerak membatalkan sholat karena hal ini bertentangan dengan aturan sholat.

3.      Maksud berubah niat adalah berniat untuk membatalkan sholat.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin


Wassalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Link Yang Bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB


<'@II<   maH-Taj    ^_^ !!            (04 Robi'ul Awal 1433 H)

1 PENDAPAT:

cardiacku mengatakan...

Terima kasih sobat telah berbagi pencerahannya ini

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates