Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Kamis, 10 November 2011

Kitab Sholat - Perbedaan Sholat Wanita dan Laki-laki

Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim


***

والمرأة تخالف الرجل في خمسة أشياء فالرجل يجافي مرفقيه عن جنبيه ويقل بطنه عن فخذيه في الركوع والسجود ويجهر في موضع الجهر واذانابه شيء في الصلاة سبح وعورة الرجل ما بين سرته وركبته والمرأة تضم بعضها الى بعض وتخفض صوتها بحضرة الرجال الأجانب وإذا نابها شيء في الصلاة صفقت وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها والامة كالرجل في الصلاة .

Wanita berbeda dengan laki-laki dalam lima perkara, yaitu:
Laki-laki:
1.      Meregangkan kedua siku dari lambung dalam ruku’ dan sujud.
2.      Mengangkat sedikit perut dari paha ketika ruku’ dan sujud.
3.      Mengeraskan bacaan dalam sholat jahr.
4.      Jika terdapat keraguan atau kesalahan dalam sholat, laki-laki membaca tasbih.
5.      Aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lutut.

Wanita:
1.      Merapatkan kedua siku ke lambung dan perutnya ketika ruku’ dan sujud.
2.      Merendahkan suaranya jika ada laki-laki yang bukan mahromnya.
3.      Jika dalam sholat imam ragu atau lupa, dia mengingatkannya dengan cara bertepuk tangan.
4.      Semua badan wanita yang merdeka adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya.
5.      Aurat budak wanita sama dengan laki-laki.

***

Penjelasan :


1.      Mengenai merenggangkan kedua siku dari lambung dalam ruku’ dan sujud, Bukhori (383) dan Muslim (495) meriwayatkan dari Abdulloh bin Malik ibnu Buhainah -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa apabila Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengerjakan sholat, beliau merenggangkan kedua tangannya hingga kelihatan putih ketiaknya. Dalam riwayat Abu Dawud (734) dan Tirmidzi (270) dari Abu Humaid -rodhiyallohu ‘anhu- disebutkan, “Beliau memalingkan kedua tangannya dari kedua sisi badannya dan mengangkat kedua telapak tangannya hingga berpapasan dengan kedua bahunya.”

2.      Mengenai mengangkat sedikit perut dari paha ketika ruku’ dan sujud, Abu Dawud (735) meriwayatkan dari Abu Humaid -rodhiyallohu ‘anhu- tentang sifat sholat Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-. Dia berkata, “Jika bersujud, beliau merenggangkan kedua pahanya dan tidak memikulkan perutnya di atas pahanya itu.”

3.      Jika terdapat keraguan atau kesalahan dalam sholat, laki-laki membaca tasbih. Maksudnya, jika imam dan selainnya melakukan suatu kesalahan dan dia ingin menegurnya, maka dia mengucapkan, “Subhaanalloh.” Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori (652) dan Muslim (421) dari Sahl bin Sa’ad -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ رَابَهُ شـَيْءٌ فِيْ صَلاَتِهِ فـَلـْيُسَبِّحْ فـَاِنـَّهُ اِذ َا سَبَّحَ الـْتـُفِتَ اِلـَيْهِ وَاِنـَّمَا التـَّصْفِيْقُ لِلنـِّسَاءِ .

Barangsiapa ragu-ragu dalam sholatnya, hendaklah dia mengucapkan tasbih. Jika mengucapkan tasbih, dia akan dilirik. Sesungguhnya bertepuk tangan itu hanyalah untuk para wanita.

Bertepuk tangan di sini maksudnya adalah memukul punggung telapak tangan kiri dengan bagian depan telapak tangan kanan.

4.      Aurat laki-laki adalah antara pusar dan kedua lutut. Daruquthni (1/231) dan Baihaqi (2/229) meriwayatkan secara marfu’, “Bagian yang berada di atas kedua lutut adalah aurat. Bagian yang berada di bawah pusar adalah aurat.

Bukhori (346) meriwayatkan dari Jabir -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa dia mengerjakan sholat dengan satu pakaian. Jabir berkata, “Saya melihat Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- mengerjakan sholat dengan satu pakaian.” Dalam riwayat lain (345), “Jabir sholat dengan sarung yang telah diikat pangkalnya.”

Sarung biasanya adalah pakaian yang menutup badan bagian tengah, yaitu bagian yang berada di antara perut dan lutut serta bagian yang mendekati keduanya.

5.      Ketika sholat, wanita merapatkan kedua siku ke lambung dan perutnya dalam ruku’ dan sujud. Baihaqi (2/223) meriwayatan bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- melewati dua orang perempuan yang sholat. Beliau bersabda, “Jika kalian sujud, rapatkanlah sebagian daging ke tanah karena perempuan tidak sama dengan laki-laki dalam hal ini.”

6.      Ketika sholat, wanita harus merendahkan suaranya jika ada laki-laki yang bukan mahromnya. Hal ini dilakukan karena khawatir terjadi fitnah. Allah -Subhaanahu Wata’ala- berfirman,

فـَلاَ تـَخْضَعْنَ بـِالـْـقـَوْلِ فـَيَطْمَعَ الـَّذِيْ فِيْ قـَلـْبـِهِِ مَرَضٌ

Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya.
(Al-Ahzaab [33]: 32)

Maksud tunduk dalam berbicara adalah melembutkan suara.

Maksud penyakit adalah kefasikan dan sedikitnya kewaro’an.

Ayat ini menunjukkan bahwa suara perempuan terkadang bisa memicu fitnah sehingga dia diminta untuk merendahkan suara di hadapan laki-laki yang bukan mahromnya.

7.      Semua badan wanita yang merdeka adalah aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Dasarnya adalah firman Allah -Subhaanahu Wata’ala-,

وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنـَتـَهُنَّ اِلاَّ مَا ظَـهَرَ مِنـْهَا

Janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) Nampak darinya.
(An-Nuur [24]: 31)

Pendapat yang masyhur menurut jumhur ulama adalah, maksud perhiasan dalam ayat di atas adalah tempat-tempatnya.

Yang (biasa) nampak darinya adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Silahkan lihat Tafsir Ibnu Katsir: 3/283)

Abu Dawud (640) meriwayatkan dari Ummu Salamah -rodhiyallohu ‘anhaa- bahwa dia bertanya kepada Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, “Bolehkan perempuan sholat dengan dir’ dan khimar serta tidak memakai sarung?” Beliau menjawab, “(Boleh) jika dir’ itu panjang dan menutup punggung kedua kakinya.

Dir’ adalah pakaian perempuan yang menutup badan dan kedua kakinya.

Khimar adalah kain untuk menutupi kepala perempuan.

Jelaslah dari hadits di atas bahwa jika pakaian menutup punggung kedua kaki wanita ketika berdiri dan ruku’, berarti pakaian tersebut akan memanjang ketika sujud dan menutup bagian telapak kedua kakinya karena sebagian merapat dengan sebagian lainnya.

8.      Aurat budak wanita sama dengan laki-laki. Maksudnya aurat dalam sholat, sedangkan di luar sholat keadaannya sama dengan wanita merdeka.

Walloohu A'lam Bishshowaab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Link Yang bersangkutan: KITAB AT-TAQRIB

<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!            (14 Dzul-Hijjah 1432 H)

2 PENDAPAT:

Irma Devi Santika mengatakan...

jadi ingat waktu pertama kali saya tahu perbedaan sholat wanita dan pria di sekolah, sampai sekarang Alhamdulillah masih ingat. dan terima kasih sudah diingatkan dan dijelaskan dengan detail kembali :)

Tatang Tajudin Ibnu Supyan mengatakan...

Sama-sama ukhtii.. Semoga Baermanfaat dan menambah barokah hidup ini...

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates