Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Sabtu, 23 April 2011

Kitab Thaharah - Syarat Tayamum

Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

***

وشرائط التيمم خمسة أشياء : وجود العذر بسفر أومرض٬ ودخول وقت الصلاة٬ وطلب الماء٬ وتعذر استعماله وإعوازه بعد الطلب٬ والتراب الطاهر الذي له غبار٬ فإن خالطه جص أورمل لم يجز٠

Syarat tayamum ada lima, yaitu:
1.      Ada udzur, baik karena perjalanan atau sakit.
2.      Masuk waktu shalat.
3.      Telah berusaha mencari air, tetapi tidak dapat.
4.      Ada air, tetapi sulit untuk menggunakannya (karena air yang tersedia hanya sedikit dan dibutuhkan untuk minum manusia ataupun hewan).
5.      Tersedia tanah yang suci yang mengandung debu. Jika bercampur dengan kapur atau pasir, maka tidak cukup.

***
Penjelasan :

1.      Mengenai udzur, Allah -Subhanahu Wata’ala- berfirman,

وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰىٓ اَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ اَوْجَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ ٱلْغَآئِطِ اَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُواْ مَآءً فَتَيَمَّمُوا

Dan jika kalian sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan, lalu kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah.
(Al-Maidah [5]: 6)

Bukhari (241) dan Muslim (682) meriwayatkan dari Imran bin Husain -rodhiyallohu ‘anhumaa-, dia berkata, “Kami bersama Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- melakukan perjalanan. Ketika beliau shalat bersama orang banyak, seorang laki-laki menjauh. Beliau bertanya, ‘Apa yang menghalangimu (untuk bershalat)?’ Orang itu menjawab, ‘Saya junub dan tida ada air.’ Beliau bersabda, ‘Bertayamumlah dengan tanah karena itu cukup bagimu.’ ”

2.      Mengenai masuknya waktu shalat, Bukhari (328) meriwayatkan dari Jabir -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa Nabi -shollalohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

وَجُعِلَتْ لِي اْلاَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَاَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ اُمَّتِي اَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ٠

Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan suci. Siapa saja diantara umatku yang mendapati waktu shalat, hendaklah dia shalat.

Dalam riwayat Ahmad (2/222) disebutkan,

اَيْنَمَا اَدْرَكَتْنِي الصَّلاَةُ تَمَسَّحْتُ وَصَلَّيْتُ٠

Dimana saja saya mendapatkan waktu shalat, maka saya mengusap (tanah) dan shalat.

Dua riwayat ini menunjukan bahwa Rosululloh -shollalohu ‘alaihi wasallam- bertayamum dan shalat jika tidak mendapatkan air setelah masuk waktu shalat.

Wallohu A'lam Bishshowab

Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh


<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!                (19 Jumadil Awal 1432 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates