Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Jumat, 08 April 2011

Kitab Thaharah - Rukun Mandi

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

***

وفرائض الغسل ثلاثة أشياء : النية٬ وإزالة النجاسة إن كانت على بدنه٬ وإيصال الماء إلى جميع الشعر والبشرة٠

Rukun/fardhu mandi itu ada tiga, yaitu:
1.      Niat.
2.      Menghilangkan najis jika ada dibadannya.
3.      Mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit.

***
Penjelasan :
1.      Niat merupakan rukun seluruh ibadah. Hal ini berdasarkan hadits, “Sesungguhnya setiap amalan itu sesuai dengan niatnya.

2.      Mengenai wajibnya menghilangkan najis yang ada di badan, Bukhari (246) meriwayatkan dari Al-Maimunah -rodhiyallohu ‘anhaa- tentang mandinya Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-, “Beliau membasuh kemaluannya serta najis dan kotoran yang mengenainya.” Hadits ini dinyatakan shahih oleh Imam Nawawi dalam kitab-kitabnya. Dia mengatakan bahwa menghilangkannya cukup dengan cara membasuh untuk menghilangkan hadast. Pendapat inilah yang dipegang. Jadi, menghilangkan kotoran sebelum menuangkan air (ke badan) adalah sunnah. (Al-Iqnaa’ )

3.      Mengenai wajibnya mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit, Bukhari (245) dan Muslim (216) meriwayatkan dari Aisyah -rodhiyallohu ‘anhaa- bahwa apabila Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- mandi janabah, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Setelah itu, beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menyela akar-akar rambutnya. Kemudian beliau menuangkan tiga ember air dengan kedua tangannya ke kepalanya. Setelah itu, beliau menuangkan air ke seluruh badannya.

Abu Dawud (249) dan selainnya meriwayatkan dari Ali -rodhiyallohu ‘anhu-, bahwa dia berkata, saya mendengar Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ تَرَكَ مَوْضِعَ شَعْرَةٍ مِنْ جَنَابَةٍ لَمْ يَغْسِلْهَا فُعِلَ بِهَا كَذَا وَكَذَا مِنْ النَّارِ٠

Barang siapa meninggalkan tempat sehelai rambut ketika mandi janabah dan tidak menuangkan air padanya, maka Allah akan melakukan ini dan ini padanya dari neraka.

Ali berkata, “Sejak itu, saya bermusuhan dengan rambutku.” Beliau pun mencukur rambutnya.

Wallohu A'lam Bishshowab

Alhamdulillaahirobbil-'alamiin

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

<'@II<   maH-Taj   ^_^ !!          (4 Jumadil Awal 1432 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates