Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Rabu, 27 April 2011

Kitab Thaharah - Pembatal-pembatal Tayamum

Assalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh


Bismillaahirrohmaanirrohiim


***
والذي يبطل التيمم ثلاثة أشياء : ما أبطل الوضوء٬ ورؤية الماء في غير وقت الصلاة٬ والردة٠

Perkara yang membatalkan tayamum ada tiga, yaitu:
1.      Semua perkara yang membatalkan wudhu.
2.      Melihat air di luar waktu shalat.
3.      Murtad.
 ***

Penjelasan :


Maksud melihat air diluar waktu shalat adalah ketika tidak sedang menunaikan shalat dan sebelum mengerjakannya. Tirmidzi (124) dan selainnya meriwayatkan dari Abu Dzar -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

اِنَّ الصَّعِيدَ الطَّيِّبَ طَهُورُ الْمُسْلِمِ وَاِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ فَاِذَا وَجَدَ الْمَاءَ فَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ فَاِنَّ ذَلِكَ خَيرٌ٠

Sesungguhnya tanah yang baik adalah suci bagi seorang muslim walaupun dia tidak mendapatkan air selama sepuluh tahun. Jika mendapatkan air, hendaknya dia berwudhu karena itu lebih baik.

Dalil ini menunjukan bahwa tayamum batal jika ada air.


***
 
وصاحب الجبائر يمسح عليها٬ ويتيمم ويصلي٬ ولاإعادة عليه إن كان وضعها على طهر٠ ويتيمم لكل فريضة٬ ويصلي بتيمم واحد ما شاء من النوافل٠

Orang yang dibalut (diperban) harus mengusap bagian yang dibalut, bertayamum, dan mengerjakan shalat serta tidak perlu mengulanginya jika dia memakainya dalam keadaan suci.

Tayamum harus dilakukan setiap kali shalat fardhu. Akan tetapi boleh menunaikan shalat sunnah apapun dengan satu kali tayamum.

***

Penjelasan :

1.      Abu Dawud (336) dan selainnya meriwayatkan dari Jabir -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Kami melakukan perjalanan. Seseorang diantara kami terkena batu sehingga kepalanya terluka. Kemudian dia bermimpi dan bertanya kepada para sahabatnya, ‘Adakah keringanan bagiku untuk bertayamum?’ Mereka menjawab, ‘Kami tidak mendapatkan keringanan bagimu karena engkau mampu memakai air.’ Kemudian dia mandi dan mati. Tatkala kami sampai kepada Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-, maka kami memberitahunya. Beliau berkata, ‘Mereka membunuhnya. Mudah-mudahan Allah membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya jika memang tidak mengetahui? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya. Seseungguhnya cukuplah baginya untuk bertayamum dan membalut lukanya, kemudian mengusapnya dan membasuh seluruh badannya.’”

Baihaqi meriwayatkan dengan isnad shahih (1/221) dari Ibnu Umar -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Bertayamum adalah untuk setiap kali shalat walaupun tidak berhadats.”

Wallohu A'lam Bishshowab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalaamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh


<'@II<    maH-Taj    ^_^ !!                  (23 Jumadil Awal 1432 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates