Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Jumat, 15 April 2011

Kitab Thaharah - Hukum Mengusap Sepatu

Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

***
والمسح على الخفين جائز بثلاث شرائط : أن يبتدئ لبسهما بعد كمال الطهارة٬ وأن يكونا ساترين لمحل الفرض من القدمين٬ وأن يكونا مما يمكن تتابع المشي عليهما٠ ويمسح المقيم يوما وليلة٬ والمسافر ثلاثة أيام بلياليهن٠ وابتداء المدة من حين يحدث بعد لبس الخفين٬ فإن مسح في الحضر ثم سافر٬ أو مسح في السفر ثم أقام٬ أتم مسح مقيم٠

Mengusap kedua sepatu hukumnya boleh dengan tiga syarat, yaitu:
1.      Kedua sepatu mulai dipakai setelah benar-benar suci.
2.      Kedua sepatu menutup bagian kaki yang wajib di basuh yakni kedua mata kaki.
3.      Kedua sepatu terbuat dari bahan yang tahan untuk terus dipakai berjalan.

Orang yang mukim (tinggal di rumah) boleh mengusap sepatunya selama sehari semalam, sedangkan orang yang musafir boleh selama tiga hari tiga malam. Waktunya dimulai ketika berhadats setelah memakai kedua sepatu. Jika seseorang mengusap sepatu ketika mukim kemudian melakukan safar, atau mengusap sepatu ketika melakukan safar kemudian mukim, maka dia menyempurnakan waktu mengusap sepatu untuk mukim.

***
Penjelasan :

1.      Dalil yang menunjukan bolehnya mengusap sepatu banyak sekali. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari (380) dan Muslim (272), lafazh ini adalah redaksi Muslim, dari Jarir bin Abdullah -rodhiyallohu ‘anhu- bahwa dia kencing, kemudian berwudhu dan mengusap kedua sepatunya. Seseorang bertanya kepadanya, “Engkau melakukan ini?” Dia menjawab, “Ya! Saya melihat Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- kencing, setelah itu beliau berwudhu dan mengusap kedua sepatunya.”

Hasan Al-Bashri berkata, “Riwayat tentang bolehnya mengusap kedua sepatu itu ada di tujuh puluh empat, baik berbentuk perkataan maupun perbuatan.”

2.      Bukhari (203) dan Muslim (274) meriwayatkan dari Al-Mughirah bin Asy-Syu’bah -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Kami bersama Nabi -shollalohu ‘alaihi wasallam- pada suatu malam dalam sebuah perjalanan. Saya memberikan bejana kepadanya. Beliau lalu membasuh wajahnya, membasuh kedua sikunya, dan mengusap kepalanya. Kemudian saya ingin membuka kedua sepatunya, maka beliau berkata, ‘Biarkanlah! Saya memasukkan keduanya dalam keadaan suci.’ Kemudian beliau mengusap keduanya.”

3.      Muslim (276) dan selainnya meriwayatkan dari Syuraih bin Hani’, bahwa diaSaya mendatangi Aisyah -rodhiyallohu ‘anhaa- untuk bertanya tentang mengusap kedua sepatu, maka Aisyah menjawab, “Datangilah Ali karena dia lebih mengetahui hal ini daripada aku. Dia pergi melakukan perjalanan bersama Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-.” Kemudian saya menanyakannya kepada Ali dan dia menjawab, “Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir dan sehari semalam untuk orang yang mukim.”


Wallohu A'lam Bishshowab
Alhamdulillaahirobbil-'aalamiin

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh



<'@II<  maH-Taj  ^_^ !!   (11 Jumadil Awal 1432 H)

1 PENDAPAT:

Vacation Remix mengatakan...

Thanks for the great read. Keep it up!

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates