Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Sabtu, 19 Maret 2011

Kitab Thaharah - Hukum Istinja’


Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

***

والاستنجاء واجب من البول والغائط٬ والأفضل أن يستنجي بالأحجار ثم يتبعها بالماء٬ ويجوز أن يقتصر على الماء أوعلى ثلاثة أحجار ينقي بهن المحل٬ فإذا أراد الاقتصار على أحدهما فالماء أفضل٠

Instinja’ (membersihkan kotoran) wajib dilakukan setelah buang air kecil maupun air besar. Cara istinja’ yang paling utama adalah dengan menggunakan beberapa buah batu terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh air. Boleh beristinja’ hanya dengan air atau dengan tiga buah batu untuk menyucikan tempat keluarnya kotoran. Jika ingin memilih hanya salah satu dari keduanya, maka beristinja’ dengan air itu lebih utama.

***

Penjelasan:
Bukhari (149) dan Muslim (271) meriwayatkan dari Anas -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- masuk kedalam toilet. Kemudian saya dan seorang budak yang bersamaku membawakan seember air dan tombak kecil. Kemudian beliau ber-istinja’ dengan air.”

Tombak kecil digunakan sebagai sutrah (pembatas) dalam shalat agar bisa berkonsentrasi.

Istinja’ artinya adalah membersihkan diri dari bekas najis.

Bukhari (155) dan selainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud -rodhiyallohu ‘anhu-, dia berkata, “Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- membuang hajat, kemudian beliau memerintahkanku untuk membawakannya tiga buah batu.”

Abu Dawud (40) dan selainnya meriwayatkan dari A’isyah -rodhiyallohu ‘anha- bahwa Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِذَا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْغَائِطِ فَلْيَذْهَبْ مَعَهُ بِثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ يَسْتَطِيبُ بِهِنَّ فَإِنَّهَا تُجْزِئُ عَنْهُ٠

Jika salah seorang diantara kalian membuang hajat, hendaknya dia membawa tiga buah batu untuk beristinja’ dengannya karena itu sudah mencukupi.

(يستطيب) artinya adalah beristinja’. Dinamakan demikian karena orang yang beristinja’ membersihkan dirinya dengan menghilangkan najis di tempat keluarnya. Istinja’ cukup dengan semua benda kering dan bersih, seperti kertas dan lainnya.

Abu Dawud (44), Tirmidzi (3099), dan Ibnu Majah (357) meriwayatkan dari Abu Hurairah -rodhiyallohu ‘anhu- dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-, beliau bersabda, “Ayat ini diturunkan tentang penduduk Quba’.” Yaitu ayat,

فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْيَتَطَهَّرُواۚ وَٱللهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ٠

Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.
(Q.S. At-Taubah [9]: 108)

Rosululloh bersabda, “mereka beristinja’ dengan air, kemudian diturunkanlah ayat ini tentang mereka.”

Wallohu A'lam Bishshowab
Alhamdulillaahirobbil-'aalmiin

Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh



<@II<    maH-Taj    ^_^ !!      (14 Robi'ul Akhir 1432 H)

0 PENDAPAT:

Posting Komentar

Silahkan Beri Pendapat dan Komentar, jangan sungkan, ana akan sangat senang menerima saran, keritik, atau apapun itu. Silahkaaan...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates