Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang


Dengan segala rasa CINTA dan RINDU kepada Junjungan kita semua, Kanjeng Nabi Muhammad -Shollalloohu 'Alaihi Wasallam-. Mari kita semua bersholawat,

اللـّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلـِّمْ عَلـَى سَـيِّـدِنـَا مُحَمَّدٍ وَّعَلـَى اٰلِهِ وَصَحْبـِهِ اَجْمَعِيْنَ


Semoga Hidup Kita Menjadi Lebih Barokah
Semoga Menjadi Insan yang dapat mempertahankan dan kian meningkatkan ibadah untuk memperoleh Ridho Allah -Subhaanahu Wata'ala-
Semoga kita semua dipertemukan dengan Rosululloh -Shollallohu 'Alaihi Wasallam- dan kelak mendapatkan Syafa'at Agung dari beliau di Akhirat.
Ammiin...

<'@II< maH-Taj ^_^ !!


Sabtu, 27 Maret 2010

AL QURAN

Al-Qur’ān (ejaan KBBI: Alquran, Arab: القرآن) adalah kitab suci Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5

Etimologi

Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surat Al Qiyamah yang artinya: 

“Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.

Terminologi

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.
Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"
Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.

Jaminan Tentang Kemurnian Al-Quran dan Bukti-Buktinya

Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri. Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satu kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.

Nama-nama lain Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:
  • Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)
  • Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
  • Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
  • Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)
  • Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
  • Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
  • Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
  • Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
  • At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
  • Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
  • Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
  • Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
  • Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
  • Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
  • An-Nur (cahaya): QS(4:174)
  • Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20)
  • Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
  • Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

Struktur dan pembagian Al-Qur'an

Surat, ayat dan ruku'

Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu.

Makkiyah dan Madaniyah

Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah
digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.

Juz dan manzil

Dalam skema pembagian lain, Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

Menurut ukuran surat

Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:

Sejarah Al-Qur'an hingga berbentuk mushaf



Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.

Penurunan Al-Qur'an

Al-Qur'an tidak turun sekaligus. Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung seulama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Penulisan Al-Qur'an dan perkembangannya

Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur'an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.

Pengumpulan Al-Qur'an di masa Rasullulah SAW

Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu diturunkan.

Pengumpulan Al-Qur'an di masa Khulafaur Rasyidin

Pada masa pemerintahan Abu Bakar
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.
Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan
Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.
Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih: 

Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran'. Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab, 'Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.' Kami berkata, 'Pendapatmu sangat baik'."

Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).

Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur'an

Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu sendiri.

Terjemahan

Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur'an. Sebab Al-Qur'an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; terkadang untuk arti hakiki, terkadang pula untuk arti majazi
(kiasan) atau arti dan maksud lainnya.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:
  1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002
  2. Terjemah Al-Qur'an, oleh Prof. Mahmud Yunus
  3. An-Nur, oleh Prof. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy
  4. Al-Furqan, oleh A.Hassan guru PERSIS
Terjemahan dalam bahasa Inggris
  1. The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf Ali
  2. The Meaning of the Holy Qur'an, oleh Marmaduke Pickthall
Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:
  1. Qur'an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta
  2. Qur'an Suadawiah (bahasa Sunda)
  3. Qur'an bahasa Sunda oleh K.H. Qomaruddien
  4. Al-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa Rembang
  5. Al-Qur'an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad Adnan
  6. Al-Amin (bahasa Sunda)

Tafsir

Upaya penafsiran Al-Qur'an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur'an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

Adab Terhadap Al-Qur'an

Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur'an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur'an sebelum bersuci. Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur'an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.

Pendapat pertama

Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur'an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi'ah ayat 77 hingga 79.
Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)
Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur'an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur'an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.

Pendapat kedua

Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi'ah di atas ialah: "Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah." Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.
Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).
“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”

Hubungan dengan kitab-kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut:
  • Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
  • Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
  • Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)
  • Bahwa Al-Qur'an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik oleh Yahudi dan Kristen.

Daftar kepustakaan

  • Departemen Agama Republik Indonesia -- Al-Qur'an dan Terjemahannya.
  • Baidan, Nashruddin. 2003. Perkembangan Tafsir Al Qur'an di Indonesia. Solo. Tiga Serangkai.
  • Baltaji, Muhammad. 2005. Metodologi Ijtihad Umar bin Al Khatab. (terjemahan H. Masturi Irham, Lc). Jakarta. Khalifa.
  • Faridl, Miftah dan Syihabudin, Agus --Al-Qur'an, Sumber Hukum Islam yang Pertama, Penerbit Pustaka, Bandung, 1989 M.
  • Ichwan, Muhammad Nor. 2001. Memasuki Dunia Al-Qur’an. Semarang. Lubuk Raya.
  • ------------------------------. 2004.Tafsir 'Ilmy: Memahami Al Qur'an Melalui Pendekatan Sains Modern. Yogyakarta. Menara Kudus.
  • Ilyas, Yunahar. 1997. Feminisme dalam Kajian Tafsir Al-Qur'an Klasik dan Kontemporer. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
  • al Khuli, Amin dan Nasr Hamid Abu Zayd. 2004. Metode Tafsir Sastra. (terjemahan Khairon Nahdiyyin). Yogyakarta. Adab Press.
  • al Mahali, Imam Jalaluddin dan Imam Jalaluddin As Suyuthi,2001, Terjemahan Tafsir Jalalain Berikut Azbabun Nuzul Jilid 4 (terj oleh Bahrun Abu Bakar, Lc), Bandung, Sinar Algesindo.
  • Qardawi, Yusuf. 2003. Bagaimana Berinteraksi dengan Al-Qur’an. (terjemahan: Kathur Suhardi). Jakarta. Pustaka Al-Kautsar.
  • al-Qattan, Manna Khalil. 2001. Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an. Jakarta. Lentera Antar Nusa.
  • al-Qaththan, Syaikh Manna' Khalil. 2006. Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an (Mahabits fi 'Ulum Al Qur'an). Terjemahan: H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc, MA. Jakarta. Pustaka Al-Kautsar.
  • ash-Shabuny, Muhammad Aly. 1996. Pengantar Studi Al-Qur'an (at-Tibyan) (terjemahan: Moch. Chudlori Umar dan Moh. Matsna HS). Bandung. al-Ma’arif.
  • ash Shiddieqy,Teungku Muhammad Hasbi. 2002, Ilmu-ilmu Al Qur'an: Ilmu-ilmu Pokok dalam Menafsirkan Al Qur'an,Semarang, Pustaka Rizki Putra
  • Shihab, Muhammad Quraish. 1993. Membumikan Al-Qur'an. Bandung. Mizan.
  • -----------------------------------. 2002. Tafsir Al-Misbah; Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an Jilid 1. Jakarta. Lentera hati.
  • Wahid, Marzuki. 2005. Studi Al Qur'an Kontemporer: Perspektif Islam dan Barat. Bandung. Pustaka Setia.
Sumber : Wikipedia

Semoga bermanfaat dan hidup kita menjadi lebih barokah


<'@~ maH-Taj ^_^ !!    (11 Robi'ul Akhir 1431 H)
Selengkapnya...

Do'a dalam Q.S. Ali Imron (3) : 189 - 195

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang 

وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 3:189)


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)


الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)


رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ 

Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. 3:192)



رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ

Ya Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): Berimanlah kamu kepada Rabbmu; maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti. (QS. 3:193)


 رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
 
Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. (QS. 3:194)

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لاَ أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ

Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik. (QS. 3:195)



الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Sumber: Al Quran Al Kariim.
Semoga bermanfaat dan hidup kita menjadi lebih barokah. Amiin

==================  *********  ==================
Wahai Rabbku, Wahai Allah Subhanahu Wata'ala, Wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang,  Wahai Yang Maha Pengampun, Ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku serta kasihilah  keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mengasihi dan menyayangi aku dan telah mendidik aku diwaktu aku masih kecil. Ya Rohiim, jauhkanlah kedua orang tuaku dari siksa neraka-Mu, jauhkanlah kedua orang tuaku dari siksa kubur-Mu, panjangkanlah umur kedua orang tuaku untuk selalu beribadah kepada-Mu, angkat dan sembuhkanlah semua penyakit yang sedang diderita oleh kedua orang tuaku agar bisa lebih ta'at lagi dalam beribadah kepada-Mu, jembarkanlah rizqi kedua orang tuaku. Amiin.
Ya Rohmaan, Ya Rohiim, Ya Waduud, Ya Ghoffar, Ya Salaam, Ya Quddus, Ya 'Aliim, Ya Sami', Ya Bashiir, Ya Muhaimin, Ya Jabbaar, Ya Mutakabbir ...


<'@~ maH-Taj ^_^ !!   (11 Robi'ul Akhir 1431)
Selengkapnya...

Jumat, 26 Maret 2010

apologize

Hanya satu kata yang mungkin bisa diucapkan, yang mudah-mudahan bisa mengobati kemarahan, rasa benci, sakit hati, dan dendam yang ada di hati. "MAAF" adalah kata yang pantas diucapkan disaat kesalahan dilakukan, walaupun itu tidak bisa menebus apa yang telah terjadi. dengan sangat yakin semua itu bisa dimaafkan.

benar, hanya ada satu saja kesempatan di dunia ini, tidak ada kesempatan kedua, ketiga, ataupun keempat.. tapi untuk memperbaiki setiap kesalahan hanya butuh mengambil kesempatan yang berbeda dari setiap situasi yang berbeda pula. dan memanfaatkan kesempatan itu untuk Introspeksi diri, merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, membuat rencana untuk memperbaikinya, dan merealisasikannya dengan segera, serta tidak mengulang kesalahan di waktu yang akan datang. biarkan kesalahan yang telah dilakukan menjadi sebuah pelajaran yang berharga, yang tidak perlu terulang kembali.

manfaatkan kesempatan yang datang di waktu berikutnya untuk segera mengatakan 'MAAF' kepada yang bersangkutan, tentunya dengan kesungguhan hati, dengan tekad dan janji yang kuat dari dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama diwaktu yang akan datang.

mungkin hal yang akan terjadi berikutnya adalah tidak diterimanya permintaan maaf terhadap kesalahan yang telah dilakukan, dan tetap menyisakan sakit hati dan marah. tapi itu semua tidak mempengaruhi niat untuk memohon 'MAAF'. dan walaupun tidak dimaafkan, berarti itu bukanlah kesalahan sepenuhnya berada pada orang yang melakukan kesalahan. So... be enjoy, and keep a happy face in every thing and still keep a smile...

don't be sad... in essentials, immediately apologized when making a mistake.

Semoga hidup kita bisa lebih bermanfaat dan bisa menjadi lebih barokah.








<'@~ maH-Taj ^_^ !!    (10 Robi'ul Akhir 1431 H)
Selengkapnya...

Kamis, 18 Maret 2010

KESEMPATAN dan JANJI

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداً


Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, (QS. Al Kahfi (18):23)  

إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً
kecuali (dengan menyebut): Insya Allah. Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa dan katakanlah: Mudah-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini. (QS. Al Kahfi (18):24)


KESEMPATAN, JANJI,

Dua Ayat di atas sudah sangat jelas bagaimana Allah menjelaskan tentang menyikapi suatu kesempatan, dan janji yang kita ucapkan. 

Allah Subhanahu Wata'ala melarang manusia untuk mengabaikan kesempatan, menunda pekerjaan, dan mengumbar janji... Ketika datang suatu kesempatan atau sesuatu yang harus dikerjakan jangan sampe berkata "nanti" atau jangan tunngu sampe besok, karena Allah memberikan kesempatan itu hanya sekali saja, tidak ada kesempatan yang kedua. karena hal yang terjadi saat ini (waktu sekarang) adalah hal yang real yang sedang terjadi, ketika hal itu terlewatkan maka hal tersebut tidak akan pernah kembali lagi kepada kita, itu berarti hanya satu kesempatan untuk hidup kita. Adapun kalau hal tersebut terjadi kembali diwaktu yang lain setelah saat itu, maka hal itu adalah hal yang berbeda yang nggak akan pernah sama walaupun kejadian dan tempatnya sama, karena tidak terjadi diwaktu yang sama dan pasti dengan resiko atau hasil yang berbeda dari saat dimana kita melewatkan kesempatan itu. Dan kita tidak pernah tahu sampai kapan AJAL kita kan datang, bisa saja satu detik kemudian, satu jam kemudian, So... Kesempatan. take it and don't skip it.

Satu hal yang banyak orang lakukan ketika ingin melakukan sesuatu adalah "berjanji", berjanji untuk datang, berjanji untuk tidak melakukannya lagi, berjanji akan lebih baik, berjanji untuk mencintai selamanya, berjanji , berjanji, berjanji dan berjanji... dan kebanyakan orang juga lupa pada hal yang terpenting. Hal yang terpenting itu adalah menggantungkan segalanya hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan hanya berjanji atas nama Allah saja. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengucapkan "Insya Allah" ketika kita hendak berjanji, dan janji itu wajib ditunaikan, jangan sampai diingkari. Jangan beranggapan bahwa dengan mengucapkan 'Insya Allah', kita bisa mengingkari janji, dan menjadikannya alasan untuk mengingkari janji. Karena ada ungkapan 'Janji adalah hutang, dan setiap hutang harus dibayar'.Dan juga dengan mengucapkan "Insya Allah", janji tersebut berarti menjadi lebih kuat dari hanya sekedar janji dengan tanpa mengucapkan "Insya Allah", bukan malah dengan mudahnya kita menggunakan "Insya Allah" untuk tidak menempati janji dan mengatakan "kan jika Allah mengijinkan, jika saya tidak datang berarti Allah tidak mengijinkannya". itu merupakan SALAH KAPRAH yang sangat salah. 
Diantara kita tentunya tidak ada yang suka kepada orang yang selalu mengingkari janji, selalu banyak alasan jika tidak menempati janji. jadi... Orang pun tidak akan suka kepada kita jika kita tidak menempati janji kepada mereka, dan kita akan kehilangan kepercayaan dari mereka. Na'udzu billahi min dzalik.
Orang yang baik selalu menempati janji, orang yang baik tidak bersikap munafik.

Tepati janji, keep your promise.. jangan sia-siakan kesempatan, don't miss the opportunity.
Semoga bermanfaat dan hidup kita bisa lebih barokah.. Amiin.


الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ



<'@~  maH-Taj ^_^ !    (02 Robi'ul Akhir 1431 H)
Selengkapnya...

Selasa, 16 Maret 2010

Persahabatan, Cinta dan Pengorbanan

Assalaamu'alaikum Warohmatulloohi Wabarokaatuh

Bismillaahirrohmaanirrohiim

PERSAHABATAN membutuhkan kepercayaan total dari kedua pihak. Tak boleh ada salah satunya saja yang punya cadangan pikiran buruk. Pada suatu saat apapun yang tampak buruk di permukaan bisa jadi cuma tampak buruk saja. Lagi-lagi usir semua yang namanya dugaan (terutama Su uzhon  atau buruk sangka). Percayalah, jauh lebih bermanfaat kalau yang tampak buruk itu dinyatakan langsung kepada yang bersangkutan. Oke!?

Selengkapnya...

Senin, 15 Maret 2010

di Bawah langit-Mu

Bagi akhi dan akhwat yang ingin mendownload lagunya Opick yang judulnya Di Bawah Langit-Mu, silahkan klik link ini: "Opick - di Bawah Langit-Mu .

Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan dapat menambah barokah dalam hidup kita. Amiin

Selengkapnya...

Metafisika Cinta

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Cinta adalah hasil osilasi muatan-muatan cinta yang membangkitkan energi positif dan energi negatif dalam jiwa.
Cinta adalah elektron dalam logam yang mudah terpengaruh oleh rayuan medan listrik yang sedikit saja, sehingga cinta akan tereksitasi dari dalam hati dan akan terpancar dalam sikap dan perilaku seseorang.
Cinta juga merupakan elektron pada material semi konduktor yang bermunajat pada pita valensi kemudian dapat berpindah ke pita konduksi jika ada medan listrik ataupun masukan energi dari luar, hal itu berarti bahwa cinta dapat mengubah kedudukannya sendiri bila energi menyapanya.

Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin.


<'@~ maH-Taj ^_^ !
Selengkapnya...

Sabtu, 06 Maret 2010

Persahabatan

Sahabat...
Telah jelas bagi semburat fajar
Keindahannya bisa membuat orang terpana
Menunggu sang mentari
Tuk menyapa seluruh makhluk

Telah jelas di ufuk sana
Sang senja yang tersenyum
Memancarkan cahaya keindahan
Menunggu dewi malam menjemputnya

Sahabat...
Banyak hal telah terukir
Dalam sanubari yang terdalam...
Meyakinkan kita untuk tidak pernah berpisah
Tuk tetap saling berbagi

Persahabatan membuat kita tersenyum bahagia
Persahabatan meringankan tangis yang membuncah
Persahabatan menguatkan tali yang hampir lepas
Persahabatan menumbuhkan kepercayaan yang telah sirna

Sahabat...
Dalam sebuah hubungan persahabatan
Ada saling ketersinggungan
Yang membuat kita bisa belajar
Tentang arti kehidupan, kepercayaan dan kasih sayang
Yang semua itu berakhir dengan pelukan hangat
Tuk saling mengerti dan memaafkan

Sahabat...
Bila selama ini ada hal yang buatmu terluka
Bila selama ini ada hal yang buatmu segan
Berjuta maaf ku haturkan untukmu

Sahabat...
Ku akan tetap tinggal 
Walau kau suruh pergi
Ku akan tetap menunggu selamanya
Walau kau berkata "tunggu sebentar"
Ku akan tetap disampingmu
Walau kau berkata "tinggalkan aku sendiri"
Ku akan membukakan pintu untukmu
Walau kau belum mengetuk pintu
Ku akan tetap didekatmu
Walau walau kau sedang tidak membutuhkanku

Sahabat...
Sahabat...
Sahabat...
Hadirmu bagaikan bintang
Membuat indah hari-hariku
Walau kau tak nampak
Kau tetap ada
Yang akan tetap menghiasi malamku...

Sahabat...
Kan ku jaga hubungan ini selamanya
Kau akan tetap ada di hati
Persahabatan...
Kau akan tetap abadi 
dalam relung jiwaku
Selengkapnya...

Rabu, 03 Maret 2010

BUKTI ISLAM ITU BENAR : "BATAS SUCI" PUN TERTULIS DALAM ALKITAB CHRISTIANI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بِسْــــــــــــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Untuk membuktikan sebuah agama benar, maka tidak boleh dilihat dari kesalahan ummatnya, karena ummat tetaplah manusia yang tidak sempurna. ...
Pembuktian sebuah agama benar pun tak boleh dilihat dari pendapat orang, karena berbeda orang berbeda juga fikirannya dan ada banyak pendapat orang dimuka bumi ini yang satu dengan yang lainnya berbeda. Pembuktian sebuah agama benar dapat dilihat dari KITABnya, jika memang kitab itu dari Tuhan, maka TIDAK BOLEH ada kesalahan sedikit pun.

Banyak dalam Qur'an disebutkan Taurot dan Injil yang dapat kita imani, tapi Taurot dan Injil itu sudah tidak suci lagi, artinya, ayat yang benar itu banyak, tapi yang salah pun sangat banyak, jumlahnya sampai RIBUAN KESALAHAN.Dan, banyak juga ajaran dalam alkitab christian yg tidak diketahui, disembunyikan, tidak dilaksanakan, diingkari dan bahkan diejek pula oleh ummat christian sendiri.
Salah satu ajaran itu ialah BATAS SUCI.Banyak ummat christian mengkhianati ajaran yang tertulis dalam kitabnya sendiri untuk masalah batas suci ini. Bukti saat ini ialah ramai dari mereka yg masuk gereja tanpa membuka alas kaki. Padahal, tidak boleh menggunakan kasut/slipper/sandal/sepatu saat masuk rumah ibadah. Ana tidak asal bicara saja, semua ada buktinya, dan bukti terkuat ialah KITAB.

(Keluaran 3:5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

(Yosua 5:15) Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian.

(Kisah Rasul 7:33) Lalu firman Allah kepadanya: Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.

Hal ini terbukti sehingga masa sekarang, banyak dari mereka menggunakan kasut, sepatu masuk gereja. Terbukti, Christian tidak betul dan melanggar kitabnya sendiri.
Ajaran yang sudah ditinggalkan dan diingkari ummat terdahulu itu, kini dimurnikan lagi dalam Qur'an. Kasut dilarang dalam masjid karena tidak suci dan sudah kita gunakan ke tempat-tempat dimana kesuciannya diragukan.

(Q.S.2 Al-Baqarah:125) "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

(Q.S. 22 Al-Hajj:26) "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang ruku' dan sujud.

Sehingga sekarang, seluruh ummat ISLAM di dunia, tetap mengamalkan apa yang diperintahkan ALLAH dalam Al-Qur'an, termasuk ajaran dari ALLAH yang masih tersisa dalam  alkitab christian.

Ada baiknya dan seharusnya ummat christiani:
Membuka kasut saat masuk gereja
Bersujud seperti Jesus (Isa A.S)  hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala
Menghadap Kiblat seperti nabi-nabi terdahulu
Bertudung seperti diperintahkan alkitab
Belajar berhitung 1+1+1=3
Merubah ayat langit bertiang menjadi tak bertiang
Tidak makan babi sebagai mana tertulis pula dalam alkitab lama
Segera bertobat kepada Allah Subhanahu Wata'ala... 

Sesegera mungkin melafalkan 2 kalimat Syahadat (Asyhadu An Laa ilaaha illa Allah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rosuululloh) dihadapan banyak orang

Sekali lagi... ISLAM TERBUKTI BENAR !!! Christian terbukti mengingkari alkitab ditangan mereka sendiri... 

-------------------

Janganlah ber-ibadah cuma untuk diri sendiri saja, sedangkan masih banyak disekitar kita yang berkata "Semua agama itu baik", "Semua agama itu benar", karena itu merupakan KESALAHAN BESAR jika seorang muslim mengatakan hal tersebut.

Silahkan copy paste dan yang paling utama ialah menyebarkan dan kasih tahu keluarga, rekan, teman, sahabat, dan saudara lain menggunakan email, sms, picture post, wall post, TAG Note dan semua cara yang dapat diguna untuk menyebarkan PEMBUKTIAN ISLAM IALAH SATU-SATUNYA AGAMA YANG BENAR.

Dakwahkanlah meski hanya 1 ayat saja, awali  dari saudara dan teman2 disekitar kita. Walaupun hanya sedikitnya 1 ayat tapi disampaikan, lebih baik daripada banyak ilmu tapi hanya untuk diri sendiri.

 Wallohu A'lam Bishshowab.

Sumber Ashli: lihat disini

الحمد لله رب العا لمين

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 NB: Semoga bermanfaat dan hidup kita bisa lebih barokah. Amiinn...

<'@~ maH-Taj ^_^ !

Selengkapnya...

yAnG IkUt bLoG iNi :

Template by:
Free Blog Templates